• Terkini
  • Trending
  • Semua
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

7 tahun lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

1 jam lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

5 jam lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

9 jam lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

1 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

1 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

1 hari lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

2 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

2 hari lalu

Serapan Tembakau di Pamekasan Sudah Mencapai 15.000 Ton

2 hari lalu

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

2 hari lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

3 hari lalu

Sidang Paripurna DPRD Pamekasan Ditunda, 17 Dewan Absen

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, September 5, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Parlementaria

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Posisi petani garam di Jawa Timur masih lemah dari berbagai sisi. Raperda perlindungan yang digagas oleh Komisi B DPRD Jawa Timur sebagai upaya untuk mengurai benang kusut persoalan garam.

oleh Hasbi Amrullah
24 Januari 2020
in Parlementaria, Politik
19 0
0
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam
0
SHARES
194
VIEWS

MADURANET – Komisi B DPRD Jawa Timur menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perlindungan Petani Garam. Sebelum Raperda itu dibahas secara maraton di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi B menggelar Focus Group Discussion (FGD) Jumat (24/1/2020).

Berbagai pihak ikut terlibat dalam FGD, mulai dari petani garam, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan jurnalis di Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Aliyadi Musthofa, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur menyampaikan, Raperda tentang perlindungan petani garam sebagai ikhtiar untuk memberdayakan petani di Madura dan Jawa Timur pada umumnya. Sebab, selama ini petani selalu dalam poisis yang tidak diuntungkan.

“Kami perlu banyak mendengar masukan, aspirasi dari banyak kalangan tentang Raperda ini,” tutur politikus PKB asal Kabupaten Sampang ini.

Aliyadi menambahkan, banyak persoalan yang perlu diungkap dalam menangani garam secara nasional. Terutama soal transparansi data di kementerian yang hingga saat ini masih disembunyikan. Meskipun Komisi B sudah beberapa kali mendatangi kementerian yang berkaitan dengan garam, namun data itu masih belum juga transparan.

Sementara itu, Prof Muhammad Zainuri, guru besar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, banyak alasan mengapa petani garam harus mendapatkan perlindungan. Pertama, petani garam paling banyak dan paling besar produksinya ada di Jawa Timur, terutama di Madura. Selain itu, memproduksi garam bagi petani di Madura bukan sekedar untuk tujuan materiil belaka. Namun sudah menjadi budaya.

“Petani garam itu, dalam keadaan harga garam mahal, murah, cuaca buruk atau cuaca bagus, tetap produksi garam. Mengapa? Karena garam itu sudah menjadi budaya sehingga petani harus dilindungi,” ujar Muhammad Zainuri.

Saat ini, imbuh pria kelahiran Sumenep ini, persoalan garam masih karut-marut. Kondisi ini membuat tata niaga garam ikut amburadul. Buktinya, impor garam leluasa masuk. Sementara stok garam dalam negeri dibiarkan tidak terserap hingga ratusan ribu ton.

“Saya kira harus ada titik temu antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan rakyat. Jangan pemerintah hanya ingin kepentingannya sendiri dipenuhi, sementara rakyat terus terpuruk,” tandasnya.

Tags: Aliyadi MusthofaGaramKomisi B DPRD Jawa TimurPamekasanPetani garamtambak garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version