• Terkini
  • Trending
  • Semua
Baju Dinas Bupati Pamekasan Habiskan Anggaran 200 Juta, DPRD Ikut-ikutan

Baju Dinas Bupati Pamekasan Habiskan Anggaran 200 Juta, DPRD Ikut-ikutan

5 tahun lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

4 jam lalu

Sidang Paripurna DPRD Pamekasan Ditunda, 17 Dewan Absen

4 jam lalu

Istri Kuli Bangunan Kabur Bawa Perhiasan Anaknya

14 jam lalu
Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

Pamekasan Siapkan Pendamping Anggaran untuk Program LSDP

1 hari lalu

Kemendagri RI Ungkap Alasan Pamekasan Terpilih Jadi Lokasi LSDP

1 hari lalu
Damkar di Pamekasan Sehari Berjikabu dengan 7 Kali Kebakaran

Damkar di Pamekasan Sehari Berjikabu dengan 7 Kali Kebakaran

2 hari lalu

Penerimaan Santri di IBS PKMKK Pamekasan Akan Dibuka Kembali Tahun 2029

2 hari lalu

Serapan DBHCHT 2026 di Pamekasan Baru 42 Persen

2 hari lalu

Pamekasan Masuk 6 Besar Program Pengelolaan Sampah Nasional

4 hari lalu

Seorang Adik Laporkan Kakaknya karena Jual Tanah Warisan Diam-Diam

5 hari lalu

Rumah Warga di Pamekasan Terbakar, Diduga Api Berasal dari Barang yang Dibakar Pemilik

5 hari lalu

Muhammadiyah Lapor Balik Ahli Waris ke Polres Pamekasan

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, September 2, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik

Baju Dinas Bupati Pamekasan Habiskan Anggaran 200 Juta, DPRD Ikut-ikutan

Pejabat di Pamekasan berfoya-foya di tengah pandemi covid-19, seperti anggaran seragam dinas Rp 200 juta

oleh Hasbi Amrullah
3 November 2021
in Politik
57 0
0
Baju Dinas Bupati Pamekasan Habiskan Anggaran 200 Juta, DPRD Ikut-ikutan

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

0
SHARES
573
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Baju dinas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta setahun. Hal itu tertera dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2021.

Dalam P-APBD halaman 314 dijelaskan bahwa penyediaan pakaian dinas dan tribut kelengkapan kepala daerah, tertera anggaran Rp 200 juta. Selain anggaran penyediaan pakaian dinas, masih ada anggaran lainnya seperti penyediaan gaji dan tunjangan sebesar Rp 173 juta, belanja pegawai Rp 173 juta, belanja operasi Rp 173 juta, belanja barang dan jasa Rp 200 juta, medical check up Rp 28 juta.

Muncul anggaran belanja barang dan jasa lagi sebesar Rp 19 juta, belanja operasi lagi Rp 600 juta, belanja pegawai lagi Rp 600 juta dan penyediaan penunjang operasional Rp 600 juta.

Selain anggaran di atas, masih ada anggaran lain lagi yang itemnya sama, yakni penyediaan kebutuhan rumah tangga kepala daerah sebesar Rp 672 juta, belanja operasi 585 juta, belanja barang dan jasa Rp 585 juta, belanja modal Rp 86 juta, belanja modal peralatan dan mesin Rp 86 juta.

Bandingkan dengan penggunaan anggaran 45 anggota DPRD Pamekasan tahun 2021. Dalam dokumen P-APBD tahun 2021 halaman 319, anggaran layanan keuangan dan kesejahteraan DPRD Rp 514 juta, pakaian dinas dan atribut 45 anggota DPRD Pamekasan sebesar Rp 257, medical ceck up 45 anggota DPRD Pamekasan sebesar Rp 44 juta.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) Haidar Ansori menyoroti besarnya anggaran yang dimanfaatkan oleh BUpati Pamekasan dan DPRD Pamekasan. Menurutnya, di masa pandemi covid-19, seharusnya pejabat publik mengerem nafsunya untuk menghabiskan uang rakyat secara berlebihan. Sebab, ekonomi masyarakat saat ini sedang dalam keadaan terpuruk.

“Sangat tidak elok di mata jika ada pejabat berfoya-foya menggunakan APBD, sementara rakyatnya menjerit karena ekonominya terpuruk,” terang Haidar Ansori ketika berbincang dengan Maduranet, Rabu (3/11/2021).

Menurut Haidar, pakaian dinas bupati Baddrut Tamam dalam setahun menghabiskan Rp 200 juta, berada di ambang batas akal sehat rakyat. Sebab, bagi rakyat kecil uang sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang.

“Baju dinas sampai 200 juta itu baju apa? Kalau dibelikan baju rakyat bisa se-kecamatan kebagian semua,” imbuhnya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini mengungkapkan, seharusnya DPRD Pamekasan tidak latah ikut-ikutan berganti baju dinas. Meskipun anggarannya tidak sebesar anggaran baju dinas bupati, namun setidaknya DPRD Pamekasan bisa memberikan teladan agar tidak menganggarkan tambahan seragam dinas baru di tengah pandemi.

“DPRD Pamekasan juga ikut-ikutan menganggarkan seragam dinas meskipun tidak sebesar anggarannya bupati. Persoalan ini sangat melukai nurani rakyat Pamekasan,” tandasnya.

Tags: baddrut TamamBaju DinasBupati PamekasanDPRD PamekasanPamekasan Hebatpandemi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version