PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyiapkan anggaran pendamping untuk mendukung pelaksanaan Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) senilai Rp 107 miliar.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, pemerintah daerah telah memetakan kebutuhan yang harus disiapkan sebelum program tersebut berjalan. Salah satunya anggaran pendamping, meski besarannya belum ditentukan.
“Kami sudah merencanakan dan sudah mendata, kira-kira pada saat pelaksanaan apa saja yang harus kami siapkan. Ada beberapa hal yang sekalipun bukan persyaratan mutlak, itu harus kita siapkan, yaitu pendampingan anggaran,” kata Kholilurrahman saat ditemui usai silaturahmi Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (1/9/2026).
Menurut Kholilurrahman, program itu dirancang untuk menangani persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari tingkat hulu hingga hilir. Olehnya, pihaknya merencanakan revitalisasi sekitar 10 TPS3R, dan pembangunan 18 TPS3R baru. Selain itu, pemerintah akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Angsanah.
“Program LSDP ini untuk menangani sampah mulai dari hulu sampai ke hilir,” ujarnya.
Kholilurrahman menargetkan, rangkaian program tersebut dapat menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Pamekasan secara bertahap pada 2027 hingga 2030.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Maddaremmeng mengatakan, Pamekasan terpilih sebagai salah satu lokasi LSDP setelah melalui proses seleksi dari 514 daerah.
Menurut dia, terdapat tiga aspek yang menjadi pertimbangan utama, yakni potensi, kebutuhan, dan kesiapan daerah. Pamekasan dinilai memenuhi ketiga aspek tersebut, termasuk dari sisi timbulan sampah yang belum tertangani.
Maddaremmeng menyebut timbulan sampah di Pamekasan mencapai sekitar 280 ton per hari. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sekitar 107 ton per hari yang belum dikelola.
Ia menambahkan, kesiapan Pamekasan juga telah melalui proses pemeriksaan, review, dan verifikasi berulang. Karena itu, Pamekasan akhirnya masuk dalam 30 daerah yang terpilih dari 514 daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, Pamekasan itu memang salah satu kabupaten yang secara readiness criterianya paling memenuhi syarat untuk mendapatkan proyek ini,” pungkas Maddaremmeng.













