PAMEKASAN, MADURANET – Pasukan Pemadan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pamekasan, setiap hari berjibaku dengan banyak peristiwa. Bahkan, dalam sehari bisa terjadi kebakaran hingga 7 kali. Banyaknya peristiwa ini, menguras tenaga tim untuk memadamkan api di tengah keterbatasan fasilitas.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Misyanto menjelaskan, selama musim kemarau peristiwa kebakaran di Pamekasan bisa mencapai 7 kali dalam sehari. Banyaknya peristiwa ini tidak sebanding dengan fasilitas dan personel yang ada.
“Petugas Damkar kadang belum sempat bernafas panjang sudah ada laporan kebakaran lagi. Mereka harus berjibaku untuk memadamkannya demi keselamatan warga,” kata Misyanto, Senin (31/8/2026).
Misyanto menambahkan, karena padatnya pemadaman, terkadang mobil Damkar dan tanki penyuplai air sampai kehabisan bahan bakar. Seperti peristiwa pada Jumat (28/8/2026), dari pagi sampai siang sudah ada 4 kejadian. Sedangkan armada pemadam belum sempat isi bahan bakar, sehingga sampai lokasi kejadian bahan bakarnya habis.
“Pernah supir armada kehabisan bahan bakar di lapangan, tapi tidak sampai macet di jalan karena tidak sempat ke SPBU,” imbuhnya.
Menurut Misyanto, banyaknya peristiwa kebakaran karena masyarakat tidak waspada. Bahkan meremehkan tindakan kecil yang berdampak besar. Misalnya, hanya bakar sampah di pekarangan yang merembet ke lahan yang lebih luas.
“Warga menganggap enteng bakar sampah atau dedaunan di lahan kering, namun dampaknya kebakaran meluas sampai mendekati rumah-rumah penduduk,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar hati-hati selama kemarau ini membakar sampah. Rata-rata kebakaran lahan, disebabkan karena pembakaran yang disepelekan.













