• Terkini
  • Trending
  • Semua

Bupati Pamekasan: Besarnya Anggaran Desa Tak Menjamin Besarnya Manfaat

4 minggu lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

4 jam lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

1 hari lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

1 hari lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

2 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

2 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

2 hari lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

3 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

3 hari lalu

Serapan Tembakau di Pamekasan Sudah Mencapai 15.000 Ton

3 hari lalu

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Terus Meningkat

4 hari lalu

Kelangkaan BBM Bikin Pelayanan Publik Terganggu Pendapatan Warga Anjlok

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, September 6, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan: Besarnya Anggaran Desa Tak Menjamin Besarnya Manfaat

Kholilurrahman meminta kepala desa mengubah orientasi pengelolaan anggaran, dari mengejar serapan menjadi menyelesaikan persoalan masyarakat.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
11 Agustus 2026
in Pemerintahan
10 0
0

Dokumentasi Pemkab Pamekasan.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengingatkan pemerintah desa, agar tidak menjadikan besarnya anggaran dan tingkat serapan, sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan.

Menurut Kholilurrahman, anggaran desa harus diukur dari seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Selasa (11/8/2026).

“Ada satu hal yang harus kita sepakati bersama, yaitu besarnya anggaran desa tidak otomatis menjamin besarnya manfaat yang diterima masyarakat,” kata Kholilurrahman.

Ia menilai, besarnya kewenangan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah desa, harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, pemerintah desa tidak cukup hanya memastikan anggaran terserap dan laporan administrasi terselesaikan.

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memastikan setiap program, menjawab kebutuhan warga dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan.

“Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apakah anggaran tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat? Apakah pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat?” ujarnya.

Kholilurrahman meminta kepala desa mengubah cara pandang, dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran. Ia meminta pemerintah desa tidak memulai perencanaan dengan pertanyaan, mengenai kegiatan yang akan dibiayai. Sebaliknya, perencanaan harus diawali dengan mengidentifikasi persoalan masyarakat.

“Jangan mulai dari pertanyaan, anggaran ini akan digunakan untuk apa. Tetapi mulailah dengan pertanyaan, masalah masyarakat apa yang harus kita selesaikan?” kata dia.

Setelah persoalan ditemukan, pemerintah desa diminta menentukan prioritas, menyusun program, mengalokasikan anggaran, kemudian mengukur hasilnya.

Dengan pola tersebut, kata Kholilurrahman, setiap rupiah yang dikelola desa memiliki hubungan yang jelas antara persoalan, program, anggaran, hasil dan manfaat.

Dirinya juga meminta kepala desa melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, bukan hanya ketika proyek akan dilaksanakan.

“Libatkan masyarakat bukan hanya ketika pembangunan akan dilaksanakan, tetapi sejak menentukan masalah dan prioritas pembangunan,” ujarnya.

Workshop tersebut diikuti unsur pemerintah desa dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Timur, serta BPKP Jawa Timur.

Tags: APBDBPKP Jawa Timur.Bupati PamekasanKanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa TimurKementerian Desa dan Pembangunan Daerah TertinggalKomisi XI DPR RI Eric HermawanPemerintah Desa Kabupaten PamekasanPemkab Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version