• Terkini
  • Trending
  • Semua

Bupati Pamekasan: Besarnya Anggaran Desa Tak Menjamin Besarnya Manfaat

2 bulan lalu

Pahlawan Nasional M. Tabrani Jadi Inspirasi Dewan Kesenian Pamekasan Gagas Event Kebudayaan

7 jam lalu

Belanja P-APBD Pamekasan Molor Akibat Evaluasi Gubernur Tak Kunjung Rampung

11 jam lalu

Tersangka Narkoba yang Kabur Saat Penggerebekan di Proppo Belum Tertangkap

16 jam lalu

Mekanik Nasional Puji Gelaran Drag Bike Bupati Cup Pamekasan

16 jam lalu

Drag Bike Bupati Cup Pamekasan Jadi Wadah Pembinaan Pembalap Liar

1 hari lalu

Drag Bike Bupati Cup Pamekasan Jadi Wadah Prestasi dan Edukasi bagi Pemuda

2 hari lalu

Enam Tempat Hiburan di Pamekasan Disegel Satpol PP dan Kepolisian

2 hari lalu

PT KAI Akan Bongkar Warung Nasi Warga di Pamekasan 21 Oktober

2 hari lalu

Dukcapil Pamekasan Dorong Warga Aktifkan IKD, Layanan Adminduk Bisa Diakses dari Rumah

3 hari lalu

Job Fair Pamekasan Buka Ribuan Lowongan Kerja, Digelar 28-30 Oktober

3 hari lalu

Warga Pegantenan Rasakan Manfaat Program Paduka, Urus KTP Tak Perlu ke Kota

4 hari lalu

Dua Kali Rencana Demo di Polres Pamekasan Batal

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Oktober 20, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan: Besarnya Anggaran Desa Tak Menjamin Besarnya Manfaat

Kholilurrahman meminta kepala desa mengubah orientasi pengelolaan anggaran, dari mengejar serapan menjadi menyelesaikan persoalan masyarakat.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
11 Agustus 2026
in Pemerintahan
10 0
0

Dokumentasi Pemkab Pamekasan.

0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengingatkan pemerintah desa, agar tidak menjadikan besarnya anggaran dan tingkat serapan, sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan.

Menurut Kholilurrahman, anggaran desa harus diukur dari seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Selasa (11/8/2026).

“Ada satu hal yang harus kita sepakati bersama, yaitu besarnya anggaran desa tidak otomatis menjamin besarnya manfaat yang diterima masyarakat,” kata Kholilurrahman.

Ia menilai, besarnya kewenangan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah desa, harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, pemerintah desa tidak cukup hanya memastikan anggaran terserap dan laporan administrasi terselesaikan.

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memastikan setiap program, menjawab kebutuhan warga dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan.

“Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, apakah anggaran tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat? Apakah pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat?” ujarnya.

Kholilurrahman meminta kepala desa mengubah cara pandang, dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran. Ia meminta pemerintah desa tidak memulai perencanaan dengan pertanyaan, mengenai kegiatan yang akan dibiayai. Sebaliknya, perencanaan harus diawali dengan mengidentifikasi persoalan masyarakat.

“Jangan mulai dari pertanyaan, anggaran ini akan digunakan untuk apa. Tetapi mulailah dengan pertanyaan, masalah masyarakat apa yang harus kita selesaikan?” kata dia.

Setelah persoalan ditemukan, pemerintah desa diminta menentukan prioritas, menyusun program, mengalokasikan anggaran, kemudian mengukur hasilnya.

Dengan pola tersebut, kata Kholilurrahman, setiap rupiah yang dikelola desa memiliki hubungan yang jelas antara persoalan, program, anggaran, hasil dan manfaat.

Dirinya juga meminta kepala desa melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, bukan hanya ketika proyek akan dilaksanakan.

“Libatkan masyarakat bukan hanya ketika pembangunan akan dilaksanakan, tetapi sejak menentukan masalah dan prioritas pembangunan,” ujarnya.

Workshop tersebut diikuti unsur pemerintah desa dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Timur, serta BPKP Jawa Timur.

Tags: APBDBPKP Jawa Timur.Bupati PamekasanKanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa TimurKementerian Desa dan Pembangunan Daerah TertinggalKomisi XI DPR RI Eric HermawanPemerintah Desa Kabupaten PamekasanPemkab Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version