PAMEKASAN, MADURANET – Lama menghilang dari hiruk-pikuk publik, pengusaha tembakau asal Pamekasan, Jawa Timur, Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her, ikut menyoroti situasi pemerintahan yang marak dengan praktik korupsi.
Terbaru, penggeledahan yang dilakukan Polda Metro Jaya di sebuah cafe di Jakarta, dengan barang bukti uang kertas rupiah dan mata uang asing, serta emas batangan. Diprediksi, total nilai barang-barang tersebut mencapai triliunan.
Barang-barang tersebut, diduga kuat ada kaitanya dengan Febriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Barang-barang itu juga, diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi, karena Polri telah menetapkan Febri sebagai tersangka.
Menurut Khairul Umam, banyak uang negara yang dicuri dan dikorupsi oleh pejabat negara. Bahkan, jumlahnya gila-gilaan karena mencapai trliunan rupiah.
“Uang negara yang dicuri dan dikorupsi triliunan,” ujar Haji Her.
Haji Her mengandaikan, uang tersebut jika dibelikan tembakau, akan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau Madura.
“Kalau uang korupsi itu dibelikan tembakau, petani akan kaya semua. Buka diberikan cuma-cuma, tapi belikan tembakau,” imbuhnya.
Haji Her mengungkapkan, situasi saat ini semakin tidak bisa dipahami masyarakat. Banyak pengusaha yang bekerja benar demi masyarakat, masih dicari-cari kesalahannya.
“Saya tidak mengerti keadaan saat ini. Orang yang bekerja benar, masih dicari-cari kesalahannya. Ke depan, kita harus pandai-pandai sendiri dan jangan mengurusi pekerjaan orang lain. Sebab, kalau mengurusi pekerjaan orang lain, tidak akan kaya, justru dibenci orang lain,” tandasnya.













