• Terkini
  • Trending
  • Semua

17.970 Penduduk Pamekasan Belum Masuk Pemeringkatan Desil

7 bulan lalu

65 Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Akan Diresmikan Agustus

8 jam lalu

Reaktivasi Pasar Sapi Batubintang Retribusi Digratiskan Selama Empat Pasaran

22 jam lalu

Haji Her Gas Pol Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan Tahun Ini

1 hari lalu

Khofifah Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pamekasan

1 hari lalu
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar UIN Madura Soroti Fenomena Kritik yang Krisis Moral dan Pengetahuan

1 hari lalu
Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

1 hari lalu

Menkop: Pedagang Sate hingga Konten Kreator Bisa Bentuk Koperasi

1 hari lalu

Menteri Koperasi Akan Jadikan KDKMP Pusat Penyaluran Program Pemerintah

2 hari lalu

Pamekasan Sukses Gelar Puncak Harkop Jatim Ke-79

2 hari lalu
Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

2 hari lalu

Sarasehan Harkopnas di Pamekasan Soroti Masa Depan Koperasi

3 hari lalu

Warga Palengaan Tolak Pembangunan Indomaret

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

17.970 Penduduk Pamekasan Belum Masuk Pemeringkatan Desil

Puluhan ribu warga belum diperingkat dan nonaktif berpotensi memengaruhi akurasi bantuan sosial

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
24 Desember 2025
in Pemerintahan
10 0
0

Potret saat pelayanan di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan.

0
SHARES
104
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Pamekasan menunjukkan capaian signifikan. Dari total penduduk, sebanyak 921.956 jiwa kini telah tercatat dalam basis data nasional tersebut. Angka ini mencerminkan pendataan yang nyaris menyeluruh dan menjadi fondasi penting bagi kebijakan perlindungan sosial.

Namun, di balik capaian tersebut, masih tersisa pekerjaan rumah yang krusial, yakni verifikasi lapangan dan sinkronisasi data kependudukan.

Berdasarkan pembaruan terbaru, sebanyak 535.446 jiwa tercatat berada pada kelompok desil 1 hingga desil 5, sementara 357.249 jiwa masuk dalam desil 6 sampai desil 10. Dengan demikian, total penduduk yang telah masuk pemeringkatan desil 1–10 mencapai 892.715 jiwa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menegaskan bahwa pembaruan ini tidak menunjukkan adanya lonjakan jumlah penduduk dalam DTSEN.

“Betul, berarti tidak ada pertambahan, hanya perubahan desil saja,” ujar Herman saat diwawancarai, Rabu (24/12/2025).

Menurut Herman, selisih antara total penduduk dan jumlah yang telah masuk pemeringkatan desil bukan disebabkan perbedaan data.

“Bukan beda, masih ada kategori lain, belum pemeringkatan dan nonaktif,” katanya.

Ia merinci, terdapat 17.970 jiwa yang hingga kini belum masuk pemeringkatan desil. Selain itu, 11.291 jiwa tercatat dalam kategori nonaktif. Jika seluruh kategori tersebut dijumlahkan, totalnya tepat 921.956 jiwa, sesuai dengan jumlah penduduk Pamekasan yang telah masuk DTSEN.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Herman mengungkapkan bahwa kategori “belum pemeringkatan” terjadi karena proses verifikasi lapangan atau groundcheck belum dilakukan kepada warga yang bersangkutan. Sementara kategori nonaktif disebabkan ketidaksesuaian data kependudukan.

“Belum pemeringkatan itu belum dilakukan groundcheck ke yang bersangkutan. Sedangkan nonaktif itu karena data dukcapilnya tidak padan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses groundcheck untuk warga yang belum diperingkat masih akan dijadwalkan melalui mekanisme internal pendamping sosial.

“Ya betul, masih dijadwalkan untuk yang belum dilakukan groundcheck. Mohon maaf mas, untuk jadwal saya kurang tau pasti. Biasanya langsung masuk akun pendamping untuk groundcheck,” katanya.

Kondisi ini menjadi titik krusial dalam pemutakhiran DTSEN. Tanpa verifikasi lapangan dan sinkronisasi data kependudukan, puluhan ribu warga berisiko tertunda atau bahkan terlewat dalam pemeringkatan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi akses terhadap bantuan sosial.

Dengan data yang semakin presisi, Dinsos Pamekasan berharap, penyaluran bantuan sosial ke depan dapat lebih akurat, adil, dan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

Tags: Data DesilDinsosDTsengroundcheckPamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version