• Terkini
  • Trending
  • Semua

Banjir Longsor dan Angin Kencang Intai Pamekasan

9 bulan lalu

Tidak Etis Anggota F-PPP Tinggalkan Forum Tanpa Izin dalam Sidang Paripurna DPRD Pamekasan

5 jam lalu

Peresmian Kopdes Merah Putih di Pamekasan Masih Terkatung-katung

7 jam lalu

Bupati Pamekasan Bakal Hidupkan Kembali Nomor Pengaduan Masyarakat

12 jam lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

1 hari lalu

ASKAB PSAI Pamekasan Resmi Dilantik, Buka Ruang Prestasi Atlet Disabilitas

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Apresiasi Gotong Royong Perbaikan Jalan Desa Mangar Sepanjang 3,5 Kilometer

2 hari lalu

12 Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Jajal Baca Kitab Kuning dan Tajwid

3 hari lalu

Antrean BBM di Sejumlah SPBU Pamekasan Karena Konsumen Panik

3 hari lalu

Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM karena Ulah Konsumen Sendiri

3 hari lalu

Warga Blumbungan Keluhkan Bau Menyengat dari Gudang Tembakau

3 hari lalu

Kehabisan Kuota Pertalite dan Solar di Pamekasan Picu Antrean di SPBU

4 hari lalu

PMII Soroti 17 Anggota DPRD Pamekasan Bolos dalam Paripurna

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, September 8, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

Banjir Longsor dan Angin Kencang Intai Pamekasan

BPBD minta warga perbukitan dan pesisir meningkatkan kewaspadaan jelang puncak musim hujan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
23 Desember 2025
in Pemerintahan
10 0
0

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (23/12/2025).

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kini masuk dalam status waspada bencana, terutama longsor dan banjir. Kondisi ini dipicu oleh bencana hidrometeorologi serta karakter geografis wilayah yang didominasi perbukitan dan kawasan pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan wilayah perbukitan di Pamekasan, khususnya kawasan Pantai Utara (Pantura), memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana longsor.

“Wilayah dataran tinggi memang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap longsor, terlebih saat curah hujan meningkat,” ujar Dhofir saat ditemui di ruang kerjanya.

BPBD Pamekasan telah memetakan sejumlah kecamatan yang dinilai rawan bencana longsor. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Waru, Pegantenan, Batumarmar, Kadur, dan Palengaan.

Menurut Dhofir, selain faktor alam, aktivitas manusia turut memperbesar risiko terjadinya longsor. Penebangan pohon secara tidak terkendali, alih fungsi lahan di lereng perbukitan, serta aktivitas galian dan pertambangan dinilai berdampak pada menurunnya kestabilan tanah.

“Penebangan pohon yang tidak terkendali, alih fungsi lahan di lereng perbukitan, serta aktivitas galian C juga mempengaruhi,” tegasnya.

Peringatan kewaspadaan ini diperkuat dengan terjadinya longsor di Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru dan peristiwa angin kencang di Dusun Platok, Desa Montok Kecamatan Larangan, pada Senin (22/12/2025). Kejadian tersebut menjadi indikator meningkatnya potensi bencana di tengah musim hujan.

Selain ancaman longsor, BPBD Pamekasan juga mengingatkan potensi banjir, terutama di wilayah pesisir. Dhofir menyebut, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pamekasan memasuki puncak musim hujan yang disertai peringatan cuaca ekstrem dari BMKG untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Pamekasan.

“Untuk daerah pesisir memang rentan terjadi banjir akibat bencana hidrometeorologi yang bersamaan dengan naiknya air laut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut diperparah oleh menurunnya daya serap tanah akibat aktivitas galian C serta penebangan pohon yang tidak teratur. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan.

Seiring dengan itu, BPBD Pamekasan mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai langkah mitigasi banjir, terutama di saluran air dan sungai.

BPBD juga meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, guna menghindari potensi korban jiwa maupun kerugian material.

Tags: BanjirBatumarmarbencana hidrometeorologiBPBD PamekasanLongsorPalengaanPamekasanWaru
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version