PAMEKASAN, MADURANET – Langkah Pemkab Pamekasan, Jawa Timur menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Monumen Arek Lancor, khususnya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, depan kantor Badan Koordinator Wilayah IV Pamekasan, hingga depan asrama Kodim 0826 Pamekasan, mendapat banyak dukungan masyarakat.
Keberadaan PKL yang menggelar dagangannya sepanjang hari hingga malam hari, tidak hanya merusak keindahan kota, namun sering menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan arus lalu lintas. Sebab di antara pembeli yang bermobil, langsung berhenti di pinggir jalan dekat samping PKL, sehingga memakan lebih dari separuh jalan raya.
Ketua Lembaga Pusat Penelitian Pengembangan Madura (LP3M), Suroso, kepada MADURANET mengatakan, selama ini menjamurnya PKL di kawasan Arek Lancor, masyarakat Pamekasan sudah lama merasakan kondisi kota Pamekasan yang semrawut.
“Selama PKL berada di sana, pemandangan Arek Lancor kehilangan keindahannya, kenyamanannya dan kesejukannya. Arek Lancor ibarat pasar yang ramai dengan hiruk-pikuk pedagang dan pembeli, serta bergerombolnya lapak-lapak PKL,” papar Suroso, Senin (13/1/2025).
Menurut Suroso, untuk mencari solusi bertebarannya PKL di pinggir jalan di tengah kota ini, sudah dibahas lewat Forum Discussion Group (FGD) dengan mengundang sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat Pamekasan, akademisi, Ketua paguyuban Car Free Day (CFD), Polres Pamekasan, pelaku usaha/PKL, LSM dan Ormas, di Hotel Odaita, Pamekasan, Selasa (12/7/2022).
Ditegaskan, penertiban PKL yang dilakukan saat ini hanya terlihat dilakukan Satpol PP. Padahal, sudah dibentuk tim penataan PKL yang melibatkan beberapa dinas, di antaranya Dinas Perhubungan, Polres, Kodim, Dinas Koperasi UKM.
“Saya merasa kasihan, hormat dan bangga kepada Satpol PP, karena dengan kesabaran dan kerja keras yang menertibkan PKL saat ini, hanyalah petugas Satpol PP. Sehingga tak jarang, Satpol PP dicaci dan dimaki para PKL. Nah, instansi yang lain ke mana,” tanya Suroso.
Pantauan di lapangan, depan kantor Bakorwil IV dan depan asrama Kodim 0826, di Jalan Slamet Riyadi, depan rumah dinas sekretaris daerah (Sekda), depan kantor Bea Cukai Madura, Jalan Panglima Sudirman, sudah sepi dari PKL. Di lokasi itu dipasang semacam garis pembatas yang dijaga sejumlah petugas Satpol PP, berikut dua mobil yang disiagakan.
Sementara sebagian PKL, seperti pedagang buah yang menggelar dagangannya menggunakan mobil pikup, kini pindah area Arek Lancor sisi selatan dekat rumah dinas Kodim, dan depan kantor Pos dan Giro, di Jalan Masegit.













