PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus berupaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tembakau sebagai komoditas unggulan daerah. Berbagai program pembinaan petani mulai disiapkan untuk mendukung sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Gandi Almarah Sugandi, mengatakan karakteristik pertanian di Kabupaten Pamekasan memang menjadikan tembakau sebagai komoditas utama yang diprioritaskan setiap musim tanam.
“Pamekasan dengan karakter khasnya memang memprioritaskan tembakau sebagai komoditas tanam utama,” kata Gandi saat ditemui di kantornya, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data DKPP, luas potensi tanam tembakau di Kabupaten Pamekasan mencapai 31.183,20 hektare. Sementara tercatat, lahan yang telah ditanami tembakau mencapai 12.361,27 hektare pada musim ini.
Dari luas tanam tersebut, produksi tembakau Pamekasan diproyeksikan mencapai 11.365,80 ton dalam satu musim tanam.
Untuk memaksimalkan kualitas hasil panen dan meningkatkan produktivitas petani, dirinya telah menyiapkan sejumlah program pendampingan.
Program tersebut meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya tanaman tembakau, bantuan pupuk NPK dan mesin rajang, serta pelatihan diversifikasi lahan melalui pola tanam tembakau dan bawang merah.
Menurut Gandi, ketiga program tersebut akan dilaksanakan di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan dengan melibatkan satu kelompok tani sebagai percontohan di setiap kecamatan.
Kelompok tani yang dipilih nantinya akan mendapatkan pendampingan intensif dan menjadi model pengembangan bagi petani lainnya.
“Kami mengambil satu kelompok tani di setiap kecamatan sebagai percontohan. Nanti akan dilihat tingkat keberhasilannya dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah pada dasarnya merupakan bentuk stimulus awal agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian secara mandiri.
Karena itu, keberhasilan program sangat bergantung pada kesungguhan kelompok tani dalam memanfaatkan bantuan dan pendampingan yang telah diberikan.
“Program pertanian ini sebenarnya merupakan cara untuk menstimulasi para petani agar bisa menjadi contoh bagi petani lain. Jadi sifatnya sokongan di awal, selanjutnya tergantung bagaimana mereka memanfaatkan bantuan yang diberikan,” katanya.
Selain penguatan budidaya konvensional, DKPP juga mulai menyiapkan pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi melalui konsep smart farming.
Gandi menilai penerapan teknologi pertanian modern menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian di masa mendatang.
Menurut dia, konsep smart farming diharapkan dapat membantu petani dalam mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan komoditas pertanian yang lebih berkualitas.
“Ke depan kami juga akan menggagas smart farming di Kabupaten Pamekasan sebagai bagian dari upaya memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” Pungkas Gandi.













