PAMEKASAN, MADURANET – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 20 siswa di salah satu yayasan di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, sangat disayangkan.
Karena itu, agar peristiwa serupa tidak terjadi di masa depan, maka dapur penyedia MBG yang menimbulkan keracunan siswa, termasuk semua dapur penyedia MBG di Pamekasan, serta dinas terkait dievaluasi.
Pernyataan ini diungkapkan Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, saat dimintai komentarnya seusai inspeksi mendadak (sidak) sekaligus membesuk siswa korban dugaan keracunan yang dirawat di Puskesmas Tlanakan, Pamekasan, Rabu (8/9/2025).
Menurut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat sidak, selain meminta keterangan Kepala Puskesmas Tlanakan, dr. Henny Setyowati, juga berdialog dengan orang tua siswa.
“Dengan kejadian ini, para murid dari korban keracunan itu, meminta ahli gizi agar mendampingi atau setidaknya mengawasi dapur penyedia MBG. Ingat, anak didik jangan dijadikan kelinci percobaan, karena menyangkut nyawa,” kata Ali Masykur, kepada Maduranet.













