PAMEKASAN, MADURANET — Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, meminta masyarakat untuk tidak lagi melakukan aksi demonstrasi, melihat kondisi anggaran daerah yang masih belum stabil akibat efisiensi dan devisit .
Efisiensi dan devisit itu, berdampak luas pada berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Pamekasan.
“Adanya efisiensi ini sangat terasa, banyak terjadi pemangkasan di sejumlah anggaran. Bahkan efisiensi ini tidak hanya terjadi di tahun 2025, tapi bisa sampai tahun 2026 atau bahkan sampai tahun 2027,” kata Kholilurrahman, Ahad (14/9/2025).
Menurut mantan anggota DPR RI ini, pemerintah daerah harus fokus pada manajemen keuangan agar tetap mampu menjalankan program prioritas di tengah keterbatasan fiskal. Ia juga menekankan pentingnya saling pengertian antara masyarakat dan pemerintah.
“Pemerintah sadar akan jeritan masyarakat. Namun masyarakat juga diharapkan memaklumi kesulitan yang dihadapi pemerintah. Sehingga bisa bertemu di satu titik yang disebut harmonisasi,” ujarnya.
Bupati juga secara tegas mengimbau agar aksi unjuk rasa yang kerap digelar masyarakat dihentikan. Menurutnya, kondisi anggaran yang terbatas membuat pemerintah tidak mungkin memenuhi seluruh tuntutan dalam waktu singkat.
“Jangan saling menyalahkan. Bahkan saya berharap demo-demo sudah saatnya diakhiri. Kita sudah tak ada dana, anggaran berkurang,” katanya.
Kholilurrahman menegaskan, ke depan daerah tidak boleh terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Pemkab Pamekasan, kata dia, akan berupaya memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
“Daerah tidak boleh bergantung pada pemerintah pusat. Kita harus bisa mandiri. Kantong-kantong PAD nanti akan kita maksimalkan,” tegasnya.
Ada beberapa potensi PAD yang selama ini masih belum maksimal untuk dikelola. Di antaranya, gedung-gedung pemerintah yang tidak berfungsi, pengelolaan parkir, pajak rumah makan dan restoran, retribusi pasar dan lainnya.
“Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak menjadi alternatif pembiayaan pembangunan di Pamekasan ke depan. Ini butuh dukungan semua pihak agar taget pembangunan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.













