• Terkini
  • Trending
  • Semua
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

6 tahun lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

4 jam lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

20 jam lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

1 hari lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

1 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

1 hari lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

1 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

2 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

2 hari lalu

UIN Madura Lahirkan Guru Besar Ilmu Falak

3 hari lalu

Ahli Waris Lahan MI dan TK Aisyiyah Bakal Datangi Polres Pamekasan Minta Kejelasan Pengaduan

3 hari lalu
Konsep Otomatis

Inilah Profil Pemenang Duta Batik dan Kacong Cebbing Pamekasan 2026

4 hari lalu
ASN Pemkab Pamekasan Sumbang 372 Juta untuk Aceh

Bupati Pamekasan Minta BPBD Kaji Ulang Data Potensi Kekeringan 2026

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Parlementaria

Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam

Posisi petani garam di Jawa Timur masih lemah dari berbagai sisi. Raperda perlindungan yang digagas oleh Komisi B DPRD Jawa Timur sebagai upaya untuk mengurai benang kusut persoalan garam.

oleh Hasbi Amrullah
24 Januari 2020
in Parlementaria, Politik
19 0
0
Komisi B DPRD Jawa Timur Gagas Raperda Perlindungan Petani Garam
0
SHARES
192
VIEWS

MADURANET – Komisi B DPRD Jawa Timur menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perlindungan Petani Garam. Sebelum Raperda itu dibahas secara maraton di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur, Komisi B menggelar Focus Group Discussion (FGD) Jumat (24/1/2020).

Berbagai pihak ikut terlibat dalam FGD, mulai dari petani garam, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan jurnalis di Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Aliyadi Musthofa, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur menyampaikan, Raperda tentang perlindungan petani garam sebagai ikhtiar untuk memberdayakan petani di Madura dan Jawa Timur pada umumnya. Sebab, selama ini petani selalu dalam poisis yang tidak diuntungkan.

“Kami perlu banyak mendengar masukan, aspirasi dari banyak kalangan tentang Raperda ini,” tutur politikus PKB asal Kabupaten Sampang ini.

Aliyadi menambahkan, banyak persoalan yang perlu diungkap dalam menangani garam secara nasional. Terutama soal transparansi data di kementerian yang hingga saat ini masih disembunyikan. Meskipun Komisi B sudah beberapa kali mendatangi kementerian yang berkaitan dengan garam, namun data itu masih belum juga transparan.

Sementara itu, Prof Muhammad Zainuri, guru besar Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, banyak alasan mengapa petani garam harus mendapatkan perlindungan. Pertama, petani garam paling banyak dan paling besar produksinya ada di Jawa Timur, terutama di Madura. Selain itu, memproduksi garam bagi petani di Madura bukan sekedar untuk tujuan materiil belaka. Namun sudah menjadi budaya.

“Petani garam itu, dalam keadaan harga garam mahal, murah, cuaca buruk atau cuaca bagus, tetap produksi garam. Mengapa? Karena garam itu sudah menjadi budaya sehingga petani harus dilindungi,” ujar Muhammad Zainuri.

Saat ini, imbuh pria kelahiran Sumenep ini, persoalan garam masih karut-marut. Kondisi ini membuat tata niaga garam ikut amburadul. Buktinya, impor garam leluasa masuk. Sementara stok garam dalam negeri dibiarkan tidak terserap hingga ratusan ribu ton.

“Saya kira harus ada titik temu antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan rakyat. Jangan pemerintah hanya ingin kepentingannya sendiri dipenuhi, sementara rakyat terus terpuruk,” tandasnya.

Tags: Aliyadi MusthofaGaramKomisi B DPRD Jawa TimurPamekasanPetani garamtambak garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version