• Terkini
  • Trending
  • Semua

Pembacaan Puisi Anak Yatim Iringi Pembukaan Traditional Pamekasan Culture

54 menit lalu

Dari Buruh Plafon ke Mimbar Doktor, Perjalanan Elman Duro Melawan Keterbatasan

2 hari lalu

Bupati Minta Pamekasan Tidak Bergantung Pemain Bon-bonan

2 hari lalu
Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Kholilurrahman: Santri Harus Paham Politik

3 hari lalu

14 Siswa Pamekasan Raih Juara Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur 2026

4 hari lalu

Guru MDT di Sumenep Mengaku Insentif Rp 1,48 Juta Dipotong, Kepala Madrasah Janji Kembalikan

4 hari lalu

Dari Jihad Kemerdekaan Menuju Jihad Digital

4 hari lalu

BULOG Madura Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Dua Kabupaten

4 hari lalu

Hadapi Kemarau Ekstrim Santri IBS PKMKK Menggelar Salat Istisqa

4 hari lalu

Polisi dan Satpol PP Pamekasan Patroli Enam Tempat Karaoke, Segel Masih Utuh

5 hari lalu

IBS PKMKK Pamekasan Kembangkan Kurikulum Al-Muwahhid, Padukan Tauhid dan Teknologi

5 hari lalu
Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Oktober 26, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Pilihan

Pembacaan Puisi Anak Yatim Iringi Pembukaan Traditional Pamekasan Culture

Launi, seorang anak yatim membacakan puisi di hadapan para undangan. Momen itu menjadi bagian dari rangkaian pembukaan yang memadukan semangat pelestarian budaya Madura dengan kepedulian sosial.

oleh Muchsin Rasyid
26 Oktober 2026
in Pilihan
10 0
0

Lani, salah seorang anak yatim, saat membaca puisi di pembukaan Traditional Pamekasan Culture.

0
SHARES
102
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Pembukaan Traditional Pamekasan Culture, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 berlangsung khidmat, di Bundaran Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Minggu (25/10/2026) malam.

Mengusung tema “Dari M. Tabrani untuk Indonesia”. Kegiatan ini diawali dengan doa bersama, serta pemberian santunan dan bingkisan kepada puluhan anak yatim yang dilakukan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) dan Dewan Kesenian Pamekasan (DKP).

Suasana semakin menyentuh, ketika Launi, seorang anak yatim membacakan puisi di hadapan para undangan. Momen itu menjadi bagian dari rangkaian pembukaan yang memadukan semangat pelestarian budaya Madura dengan kepedulian sosial.

Kegiatan ini diselenggarakan AJP bersama DKP dengan dukungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pamekasan.

Ketua AJP, M. Khairul Umam, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan M. Tabrani, tokoh Pamekasan yang dikenal sebagai pelopor penggunaan nama Bahasa Indonesia dan berperan penting dalam sejarah lahirnya bahasa persatuan bangsa.

Menurut pria yang akrab disapa Irul, semangat perjuangan M. Tabrani perlu terus dikenalkan kepada generasi muda, agar mereka memahami pentingnya bahasa, kebudayaan, dan persatuan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingat kembali perjuangan M. Tabrani sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Madura. Kami berharap semangat beliau terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya.

Irul menjelaskan, pelibatan anak yatim dalam pembukaan acara juga menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar mengawali rangkaian kegiatan dengan doa bersama.

Ia berharap doa anak-anak yatim membawa keberkahan sehingga seluruh rangkaian Traditional Pamekasan Culture, termasuk Sarasehan Budaya yang dijadwalkan pada 28 Oktober mendatang, dapat berjalan lancar.

“Karena kegiatan ini baru pertama kali kami gelar, kami berharap ke depan bisa terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Pamekasan. Tentu, kami akan berupaya mengevaluasi dan mempersiapkannya dengan lebih maksimal serta profesional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Arief Wibisono, menyampaikan bahwa Traditional Pamekasan Culture menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan Madura.

Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan kesenian, tetapi juga mencakup nilai, tradisi, dan identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai kebudayaan Madura. Kami juga ingin membuka ruang pertemuan bagi tokoh, seniman, budayawan, dan pemuda untuk bertukar gagasan demi pelestarian budaya,” ujarnya.

Ketua HIPMI Kabupaten Pamekasan, Ach. Kusairi, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara komunitas jurnalis, pelaku seni, organisasi kepemudaan, dan pengusaha dapat menjadi langkah positif dalam mendukung kegiatan kebudayaan di daerah.

“Kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan bersama karena kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas daerah. Kami berharap kolaborasi lintas komunitas dapat terus terjalin sehingga kegiatan positif seperti ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda,” tuturnya.

Traditional Pamekasan Culture berlangsung selama sepekan, mulai 25 hingga 31 Oktober 2026. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memeriahkan acara, di antaranya pameran budaya Madura, bazar kuliner khas Pamekasan, lomba baca puisi, lomba menyanyi lagu daerah, sarasehan budaya, lomba tari Saman, lomba mewarnai gambar batik, lomba fashion, serta penyuluhan dan pembinaan remaja.

Melalui rangkaian kegiatan ini, panitia berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam merawat kebudayaan lokal sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Tags: AJPAnak YatimDKPHIPMIPamekasanTradisional Pamekasan Culture
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Muchsin Rasyid

Muchsin Rasyid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version