PAMEKASAN, MADURANET – MTs/MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Pamekasan, menggelar salat istisqa atau sembahyang meminta hujan bertepatan dengan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan di halaman Gedung Utama Islamic Boarding School, Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) itu, diawali edukasi dan simulasi tata cara ibadah.
Direktur Utama IBS PKMKK Achmad Muhlis mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar santri tidak hanya memahami teori agama, tetapi juga mampu mempraktikkan syariat dalam kehidupan sehari-hari.
“Peserta didik perlu memperoleh kesempatan untuk memahami sekaligus mempraktikkan syariat agamanya. Pembelajaran di kelas memberikan landasan pengetahuan, sedangkan simulasi dan praktik membantu memperkuat ingatan, keterampilan, dan kesiapan mereka,” kata Muhlis.
Ia memaparkan, sebelum salat dilaksanakan, santri mengikuti edukasi yang disampaikan Ustaz Naufal Maulana, dan Ustaz Fathorrahim. Sedangkan untuk pelaksanaan salat istisqa, dipimpin Ustaz Abdul Qadir Maliki, sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan Ustaz Naufal Maulana.
Kata Muhlis, materi disusun dengan menggabungkan perspektif agama, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan alam, agar santri memahami shalat istisqa sekaligus keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan air.
Menurutnya, santri juga mendapat penjelasan mengenai persiapan, adab, dan tata cara shalat istisqa, kemudian mengikuti simulasi sebelum pelaksanaan ibadah.
”Metode praktik penting, untuk membiasakan santri memahami urutan ibadah secara benar, bukan sekadar menghafal penjelasan di kelas,” ungkapnya.
Muhlis mengatakan, jamaah berdoa memohon agar hujan segera turun dan cuaca panas berkurang, sekaligus melanjutkan kegiatan dengan saling memaafkan, untuk memperkuat persaudaraan di lingkungan pesantren.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menghubungkan pemahaman agama, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Muhlis menegaskan, praktik keagamaan perlu menjadi bagian dari pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, termasuk shalat istisqa, pengurusan jenazah, salat Id, salat gerhana, manasik haji dan umrah, serta pengelolaan zakat.
“Kami ingin santri memahami syariat secara mendalam, mampu menjalankannya dengan benar, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya.













