PAMEKASAN, MADURANET – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Khairul Umam menyebut Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) layak menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan pesantren.
Penilaian tersebut disampaikan Khairul Umam saat mengunjungi IBS PKMKK, sekaligus mengantar anaknya yang mengikuti asesmen diagnostik santri baru di lembaga yang terletak, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Senin (1/6/2026).
Dalam kunjungan itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut disambut oleh pengasuh dan pengelola IBS PKMKK, yakni Achmad Muhlis dan Mohamad Holis, serta turut hadir Direktur Pascasarjana UIN Madura, Prof Atiqullah.
Khairul mengaku terkesan setelah melihat langsung berbagai aktivitas santri dan program pendidikan yang dijalankan di lingkungan pesantren tersebut.
Menurutnya, IBS PKMKK tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi santri melalui berbagai kegiatan produktif yang mendukung kemandirian dan daya saing mereka.
“Saya sangat kagum dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya melihat produktivitas para santri di IBS PKMKK ini. Apa yang diajarkan di sini luar biasa, mampu menyeimbangkan antara spiritualitas, intelektualitas, dan keterampilan praktis,” ujar Khairul.
Ia menilai pendekatan pendidikan seperti itu menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.
Karena itu, ia berharap model pendidikan yang diterapkan IBS PKMKK dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Kabupaten Pamekasan.
“Ini adalah modal besar bagi masa depan mereka dan kemajuan Pamekasan. Model pendidikan seperti ini patut menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya dalam mencetak generasi yang mandiri, berdaya saing, dan berakhlakul karimah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PKMKK, Achmad Muhlis, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan pimpinan DPRD Pamekasan tersebut.
Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif, menjadi energi positif bagi pesantren untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami berharap perhatian dan dukungan seperti ini dapat menjadi penyemangat bagi para santri dan pengelola untuk terus berkarya serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Muhlis.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan dialog mengenai pengembangan potensi santri serta penguatan sinergi antara pesantren, akademisi, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Pamekasan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebelum meninggalkan lokasi, Khairul Umam menerima sejumlah buku karya KH Achmad Muhlis sebagai cendera mata.













