• Terkini
  • Trending
  • Semua
Tugu Garuda dan Arek Lancor Simbol Perjuangan Pamekasan yang Tercatat di Naskah Sejarah

Tugu Garuda dan Arek Lancor Simbol Perjuangan Pamekasan yang Tercatat di Naskah Sejarah

11 bulan lalu

Guru Honorer di Pamekasan Masih Dibayangi Ketidakpastian, Disdik Pastikan Pendataan Dapodik Sudah Tuntas

2 jam lalu

Gerakan Indonesia Asri di Pamekasan Diikuti Berbagai Instansi dan Pelajar

5 jam lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Ayah di Pamekasan Serahkan Anaknya Kecanduan Narkoba ke Polisi

23 jam lalu

27 Orang di Sampang Terlibat Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

1 hari lalu

Enam Tahun Kasus Dugaan Penipuan Eks Pegawai BRI Pamekasan Masih Buram

1 hari lalu
Jurnalis Pamekasan Patungan Beli Air Bersih dan Tandon untuk Warga Kekeringan

338 Dusun se-Kabupaten Pamekasan Tahun 2026 Terdampak Kekeringan

1 hari lalu

Satlantas Polres Pamekasan dan Jasa Raharja Bagikan Coklat dan Suvenir Pada Pengendara

2 hari lalu

Tim Kementerian PU Survei Lahan Calon Sekolah Rakyat di Pamekasan

3 hari lalu

Pilkades Serentak di Pamekasan Berpotensi Digelar Akhir 2027

3 hari lalu

Kasus Suspek Campak di Pamekasan Turun Drastis, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Diimunisasi

4 hari lalu

Santri IBS PKMKK Dibekali Pendidikan Antiperundungan

4 hari lalu

Harga Telur Terjun Usai MBG Libur

1 minggu lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 10, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Tugu Garuda dan Arek Lancor Simbol Perjuangan Pamekasan yang Tercatat di Naskah Sejarah

Museum Umum Mandilaras gratis tanpa dipungut biaya

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
20 Agustus 2025
in Pendidikan
14 1
0
Tugu Garuda dan Arek Lancor Simbol Perjuangan Pamekasan yang Tercatat di Naskah Sejarah
0
SHARES
151
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dua monumen ikonik di Kabupaten Pamekasan, yakni Tugu Garuda dan Arek Lancor, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda.

Fakta sejarah tersebut terekam dalam naskah yang kini tersimpan di Museum Umum Mandilaras, Jalan Cokroaminoto No. 01 Pamekasan, tak jauh dari kawasan Monumen Arek Lancor.

Naskah tersebut mencatat, Tugu Garuda didirikan sebagai penanda kuburan massal pejuang Hizbullah dan Sabilillah yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada 16 Agustus 1945 di depan Masjid Agung Assyuhada.

Dijelaskan juga, jenazah para pejuang yang gugur tidak dimakamkan secara layak, melainkan dibuang ke satu lubang, dituangi bensin, lalu dibakar oleh Belanda. Hingga kini, lokasi tersebut ditandai dengan Monumen Tugu Garuda sebagai pengingat atas pengorbanan para syuhada.

Tercatat, dalam pertempuran tersebut juga menewaskan 65 orang dari kubu Belanda dan 85 pejuang Hizbullah serta Sabilillah.

Sementara itu di naskah lain dijelaskan, Monumen Arek Lancor dibangun untuk mengenang pertempuran besar yang terjadi pada 15 Juli 1947, ketika rakyat Pamekasan bahu-membahu melawan serangan Belanda.

Dijelaskan dalam naskah yang berbeda di museum Mandilaras, pertempuran sengit tersebut berlangsung selama 5 jam, melibatkan dua kelompok besar:

1. Pasukan Resmi Pemerintah, terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI/TKR) dan Polisi Negara.

2. Pasukan Sukarela, yakni Hizbullah, Sabilillah, Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPR), Pemuda Sosialis Indonesia (PESINDO), Ikatan Pemuda Indonesia (IPI), dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Untuk mengenang perjuangan rakyat Pamekasan, monumen tersebut dibangun oleh Bupati H. Adiatoellah pada tahun 1985, dan kini menjadi salah satu maskot kebanggaan daerah.

Zainuddin, penjaga Museum Umum Mandilaras yang sudah bertugas sejak 2016, mengungkapkan bahwa museum tersebut menyimpan 499 peninggalan bersejarah, mulai dari keris, tombak, kitab kuno, hingga perabotan peninggalan masa lampau.

Beberapa koleksi lain di antaranya, batik tulis sepanjang 1.530 meter yang dibuat pada pemerintahan Kholilurrahman periode pertama. Batik tulis itu kemudian meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai batik terpanjang. Panjang batik tulis 1.530 merupakan makna dari lahirnya Kabupaten Pamekasan. Batik tersebut dikerjakan oleh 600 pebatik dari berbagai daerah di Pamekasan.

“Pengunjung kebanyakan dari kalangan pelajar. Masuk ke museum ini juga gratis, tidak dipungut biaya, sehingga sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar sejarah,” jelasnya, Rabu (20/8/2025).

Tags: Arek LancorMuseum Umum Mandilaras. SejarahPamekasanRekor Batik TulisTugu Garuda
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version