PAMEKASAN, MADURANET– Suasana di IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) pada 7–8 Agustus 2025 berbeda dari biasanya. Seluruh santri putra dan putri terlibat aktif dalam Pelatihan Mitigasi Bencana yang digelar pesantren bekerja sama dengan Mitigasi Nusantara Malang.
Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi potensi bencana di Madura. Mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga ancaman sesar Madura. Para peserta mendapatkan materi tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana, pemetaan risiko di lingkungan pesantren, hingga simulasi evakuasi dan pertolongan pertama.
Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis membangun budaya siaga di pesantren.
“Santri harus memahami teori sekaligus praktik mitigasi bencana. Mental siap siaga itu penting, dan pengalaman langsung dari narasumber akan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Ketua Mitigasi Nusantara, Yeka Kusuma Jaya, menegaskan kesiapsiagaan adalah kunci mengurangi risiko.
“Bencana tidak bisa dipindah, tetapi hidup harmonis bisa diupayakan dengan mengenalinya. Setiap pesantren sebaiknya memiliki perlengkapan medis darurat,” katanya.
Melalui kerja sama ini, IBS PKMKK berharap para santri dapat menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan diri dan membantu masyarakat saat bencana, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat kesiapsiagaan bencana.













