• Terkini
  • Trending
  • Semua
Akademisi UIN Madura Ikut Soroti Dana Pokir DPRD Pamekasan

Akademisi UIN Madura Ikut Soroti Dana Pokir DPRD Pamekasan

10 bulan lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

17 jam lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

24 jam lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

2 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

3 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

4 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

4 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Mei 31, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Parlementaria

Akademisi UIN Madura Ikut Soroti Dana Pokir DPRD Pamekasan

Dana pokir DPRD Pamekasan yang miliaran jadi sorotan KPK

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
21 Juli 2025
in Pendidikan
24 1
0
Akademisi UIN Madura Ikut Soroti Dana Pokir DPRD Pamekasan
0
SHARES
246
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap penggunaan dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Pamekasan terus bergulir. Terbaru, akademisi Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Agung Fakhruzy, angkat bicara soal polemik tersebut.

Menurutnya, secara regulatif Pokir merupakan bagian dari kewenangan konstitusional DPRD dalam menjaring aspirasi masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa anggaran besar yang dialokasikan melalui skema Pokir berpotensi disalahgunakan jika tidak diawasi secara ketat.

“Pokir itu sah. Itu bentuk kontribusi DPRD sebagai representasi rakyat. Tapi harus dijalankan dengan transparan dan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” tegas Agung saat dikonfirmasi via WhatsApp, Ahad (20/7/2025).

Agung menyebutkan, Pokir seharusnya lahir dari hasil reses anggota dewan, bukan dari kepentingan elit atau proyek titipan yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga.

“Selama ini yang menjadi masalah bukan Pokirnya, tapi praktiknya. Kalau dipakai untuk kegiatan fiktif, proyek pesanan, atau hanya untuk mengakomodasi kepentingan politik, maka ini jelas bentuk penyimpangan,” tambahnya.

Ia pun mendukung rekomendasi KPK agar Pemkab Pamekasan menyusun kertas kerja verifikasi dan validasi secara detail terhadap semua program yang dibiayai dari Pokir. Tujuannya agar seluruh kegiatan benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat dan bukan agenda tersembunyi.

“Verifikasi akan menyaring usulan yang tidak relevan, dan validasi membantu melihat urgensinya di lapangan. Itu penting untuk mencegah pemborosan dan konflik kepentingan,” kata sekretaris Prodi HTN UIN Madura tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan dana aspirasi, mengingat pada 2024 tercatat Rp106 miliar dana pokir DPRD Pamekasan digunakan, dan tahun 2025 mencapai Rp55 miliar.

“Anggaran sebesar itu bisa menjadi ladang basah jika tidak dikawal dengan baik,” ujarnya.

Agung menggarisbawahi bahwa pokir akan tetap relevan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat selama dijalankan akuntabel.

“Tapi kalau digunakan untuk kepentingan sempit dan tidak berdampak luas, maka masyarakat yang akan jadi korban,” paparnya.

Kritik serupa datang dari organisasi mahasiswa. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhibb Mardhaqus, menyampaikan keprihatinan atas lemahnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran pokir.

“Kami sangat menyayangkan apabila dana sebesar itu tidak dikawal dengan baik. Ini menyangkut kepercayaan publik dan menyangkut pembangunan masyarakat secara langsung,” kata Muhibb.

Menurutnya, jika tak diawasi secara ketat, pokir justru bisa menjadi pintu masuk praktik korupsi politik, proyek fiktif, dan ketimpangan pembangunan antarwilayah.

“Hal tersebut memang tidak melawan hukum, namun perlu jadi catatan bersama,“ pungkasnya.

Tags: DosenDPRD PamekasanHukum Tata NegaraPMIIPokirUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version