PAMEKASAN, MADURANET – Tiga hari setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang penumpang sepeda motor di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, polisi masih memburu pelaku penjambretan yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut.
Insiden yang melibatkan Halimatus Sakdiyah dan tiga penumpangnya, yakni Sumriyeh (60), Alfian (7), dan Kayla (18 bulan) tersebut, terjadi di jalan lokal dengan kondisi menikung dan menurun.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, hingga kini identitas pelaku belum berhasil diungkap. Meski begitu, penyelidikan terus dilakukan dengan mengumpulkan petunjuk di lapangan, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Masih belum, masih dalam upaya,” kata Doni saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Dari hasil penelusuran awal, polisi menduga pelaku adalah seorang laki-laki. Ciri-ciri pelaku terekam kamera CCTV di sebuah toko di sekitar lokasi kejadian.
“Dugaan sementara laki-laki dalam video tersebut. Ciri-cirinya memakai helm hitam, kaos coklat, dan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion,” ujar Doni.
Ia menegaskan, kasus penjambretan yang berujung kecelakaan fatal itu menjadi perhatian serius kepolisian. Proses penyelidikan, kata dia, masih berlangsung.
“Kasus ini pasti kami tindak lanjuti. Kami juga tengah mengumpulkan bukti dan petunjuk, serta memburu pelakunya,” ucap Doni.
Sementara itu, kondisi korban selamat masih memprihatinkan. Salah seorang keluarga korban, Wahyudi, mengatakan pengendara sepeda motor, Halimatus Sakdiyah (26), kini dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
“Sebelumnya sempat dirawat di RSUD Smart Pamekasan, lalu dirujuk ke Surabaya. Sekarang dirawat di RSUD Soetomo,” kata Wahyudi.
Ia mengungkapkan, Sakdiyah mengalami sejumlah patah tulang akibat kecelakaan tersebut. Luka paling parah dialami di sisi kanan tubuh korban.
“Korban mengalami banyak patah tulang, mulai dari tangan, paha, dan kaki. Intinya bagian tubuh sebelah kanan banyak yang patah,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, sebelum sepeda motor yang dikendarai Sakdiyah menabrak tiang penyangga toko, korban sempat mengalami tindakan kekerasan dari pelaku penjambretan.
“Sebelum menabrak tiang, korban sempat ditendang oleh pelaku,” tuturnya.
Ia berharap polisi segera menangkap pelaku agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. “Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap oleh polisi,” kata dia.













