PAMEKASAN, MADURANET – Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) di Kabupaten Pamekasan mendapat alokasi anggaran Rp 7,9 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abdul Fata, mengatakan, sebagian proposal yang diajukan Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah disetujui kementerian.
“Kami mendapat kabar sekitar tiga hari lalu, sebagian proposal sudah diterima. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 7,9 miliar,” kata Fata, Selasa (24/2/2026).
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan Gudang Garam Nasional, Gudang Garam Rakyat, serta saluran irigasi air laut yang akan dialirkan ke lahan-lahan petani.
“Saluran itu nanti mengalir ke tambak petani. Jika sudah tersedia anggaran, akan dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan,” ujarnya.
Fata menjelaskan, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki lahan pegaraman lebih dari 200 hektare. Selama ini, aktivitas di kawasan tersebut masih sebatas produksi garam mentah.
“Konsep Segar ini hulu sampai hilir. Tidak hanya produksi, tetapi juga pengolahan,” katanya.
Program Segar diajukan melalui koperasi petani garam setempat. Nantinya, pengelolaan sentra juga berbasis koperasi dan dijalankan langsung oleh petani.
Sebelumnya, saat berkunjung ke Pendopo Bupati Pamekasan, Sabtu (21/2/2026), Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono menyatakan siap membantu percepatan sentra garam di Pamekasan ke tingkat pusat.
Fata menilai, pernyataan tersebut selaras dengan langkah Pemkab Pamekasan yang telah lebih dulu mengajukan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan pembangunan sentra garam akan dimulai dari wilayah selatan, tepatnya Desa Majungan, kemudian dilanjutkan ke wilayah pantai utara.
”Kami sudah melakukan survei dan untuk langkah awal dimulai dari selatan,” tuturnya.
Ia berharap dukungan anggaran dan komitmen kementerian dapat mempercepat terwujudnya sentra garam terpadu di Pamekasan.
“Ini akan kita percepat sesuai arahan pusat,” tutupnya.













