• Terkini
  • Trending
  • Semua

Terdata Desil 6-10, Warga Gladak Anyar Hidup di Rumah Tak Layak Huni

5 bulan lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

1 hari lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

2 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

3 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

4 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

5 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

5 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Juni 1, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Terdata Desil 6-10, Warga Gladak Anyar Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Pemkab Pamekasan turunkan tim lintas OPD, anak difasilitasi sekolah gratis

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
14 Januari 2026
in Ekonomi
10 0
0

Sumber Dokumen: TRC Jaga Kota Kabupaten Pamekasan.

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Rudiyanto, warga Dusun Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah. Padahal, kondisi rumah dan ekonomi keluarganya dinilai memprihatinkan.

Berdasarkan hasil pengecekan data bantuan sosial per Januari 2026, Rudiyanto tidak tercantum sebagai penerima berbagai program bantuan, mulai dari bantuan permakanan, bantuan yatim piatu, PBI-JK/PBI JKN Desember 2025, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dalam data desil kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Rudiyanto justru tercatat berada pada kelompok desil 5–10, kelompok yang umumnya tidak masuk prioritas penerima bantuan sosial.

Namun, saat didatangi ke kediamannya pada Rabu (14/1/2026), kondisi rumah Rudiyanto menunjukkan sebaliknya. Rumah berukuran sekitar 8 x 6 meter itu sebagian masih berdinding anyaman bambu di bagian belakang dan dinilai tidak layak huni.

Rudiyanto tinggal bersama istri dan satu anak. Ia bekerja sebagai kuli bangunan pada salah satu kelompok tukang bangunan di Pamekasan dengan penghasilan tidak menentu.

“Material bangunan yang ada di lokasi memang milik yang bersangkutan, tetapi masih terutang sekitar Rp 7 juta kepada pimpinan kelompok tukang,” dalam kutipan laporan asesmen Koordinator Bidang TRC Jaga Kota.

Dalam asesmen tersebut juga dijelaskan bahwa dua anak yatim yang disebut-sebut tinggal di rumah itu bukan merupakan anak kandung Rudiyanto. Seorang anak laki-laki usia taman kanak-kanak merupakan anak sambung, sedangkan seorang perempuan berusia 18 tahun adalah adik iparnya.

Merespons kondisi tersebut, sejumlah unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke lokasi. Tim yang hadir terdiri dari Pemerintah Kecamatan Pamekasan, Kelurahan Gladak Anyar, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Permukiman, pendamping PKH, hingga relawan Jaga Kota.

Sebagai langkah awal, tim melakukan aksi donasi spontan yang berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp 1 juta untuk membantu kebutuhan mendesak keluarga tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah cepat di sektor pendidikan.

“Yang bersangkutan mulai masuk sekolah di SMPN 6 Pamekasan besok,” kata Basri, Rabu (14/1/2026).

Meski tidak mendapatkan beasiswa, Basri memastikan anak tersebut difasilitasi secara gratis berupa seragam sekolah, seragam pramuka, dan pakaian olahraga.

Selain itu, Basri menyebut tim lintas OPD akan menindak lanjuti sesuai kewenangan masing-masing. Termasuk persoalan perbaikan rumah dan pembaruan data kesejahteraan.

”Penanganan akan dilakukan oleh Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” pungkasnya.

Tags: DesilDinsosDisdikbudDTsenMiskinPamekasanPemerintah kabupaten Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version