• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kerja Serabutan Eks TKI Desa Tegangser Laok Pamekasan Sudah Terdata Kaya

8 bulan lalu

Pertamina Patraniaga Akui Ada Pengurangan Pertalite 6,8 Persen untuk Pamekasan

17 jam lalu

Warga Mengaku Korban Investasi Bodong Jarah Warung di Pamekasan

20 jam lalu
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Perketat Penggunaan Biosolar di Madura

DPRD Sebut Kuota Pertalite Pamekasan Dipangkas 6,8 Persen, Pemkab Bantah ada Pengurangan

1 hari lalu

Terungkap! Istri Kuli Bangunan asal Batumatmar Kabur dengan Seseorang

2 hari lalu

ICONIS ke-10 Angkat Jejak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Rawat Tradisi Keagamaan Madura

2 hari lalu

Tarik Ulur Legislatif Eksekutif Pamekasan soal Raperda Pemerintahan Desa

2 hari lalu

13 Orang Pamekasan Jadi Korban Investasi Emas Bodong dan Laba Uang Tunai

3 hari lalu

Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah Pamekasan Borong 3 Juara Nasional Bahasa Mandarin

3 hari lalu

Tidak Etis Anggota F-PPP Tinggalkan Forum Tanpa Izin dalam Sidang Paripurna DPRD Pamekasan

3 hari lalu

Peresmian Kopdes Merah Putih di Pamekasan Masih Terkatung-katung

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Bakal Hidupkan Kembali Nomor Pengaduan Masyarakat

4 hari lalu

AJP Salurkan Air Bersih, 11 Kecamatan di Pamekasan Jadi Sasaran

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, September 11, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Kerja Serabutan Eks TKI Desa Tegangser Laok Pamekasan Sudah Terdata Kaya

Masuk desil 6–10 membuat warga kehilangan bantuan sosial hingga BPJS Kesehatan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Januari 2026
in Ekonomi, Pilihan
10 0
0

Ersam dan istrinya sedang duduk usai mencari rumput.

0
SHARES
104
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Persoalan akurasi data kesejahteraan masyarakat kembali menjadi sorotan di Kabupaten Pamekasan. Seorang petani tembakau dan pekerja serabutan bernama Ersam, warga Dusun Tengah, Desa Tegangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan tercatat masuk kelompok Desil 6–10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), meski hidup dengan penghasilan yang tidak menentu.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa masyarakat yang masuk dalam desil 6 hingga 10 dikategorikan sebagai kelompok yang dinilai mampu.

“Desil 6 sampai 10 itu merupakan masyarakat yang dirasa mampu. Penetapannya berdasarkan survei dengan 39 variabel,” kata Lukman, Jumat (2/1/2026).

Ia menyebut ada dua faktor yang memungkinkan warga kurang mampu masuk dalam kategori desil mampu.

“Kalau faktanya kurang mampu tapi masuk desil 6–10, itu bisa karena human error atau sistem error. Saya tidak tahu pasti mana penyebabnya,” ujarnya.

Menurut Lukman, terdapat dua mekanisme yang dapat ditempuh masyarakat untuk mengajukan perubahan desil. Pertama, melalui jalur formal dengan melapor ke pemerintah desa agar diusulkan perubahan data. Kedua, melalui jalur partisipatif secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

”Sedangkan tugas PKH itu, hanya turun ke lapangan untuk mengecek dan input data. Keputusan desil ada di BPS,” ucap Lukman.

Meski demikian, perubahan desil tidak bisa dilakukan secara langsung,

“Harus menunggu sekitar tiga bulan untuk perubahan data desil. Mohon dimengerti karena memang sudah sistemnya seperti itu,” kata Lukman.

Ia menegaskan, masyarakat yang masuk desil 6–10 otomatis tidak berhak menerima bantuan sosial, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kalau sudah masuk desil 6–10, otomatis tidak dapat bantuan, termasuk BPJS kesehatannya tidak aktif,” ujarnya.

Salah satu warga yang terdampak kebijakan tersebut adalah Ersam. Saat ditemui di rumahnya usai mencari rumput, Ersam mengaku sehari-hari bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kalau ada yang minta tolong mencangkul atau bantu pekerjaan lain, biasanya dapat uang. Tapi penghasilannya tidak tentu,” kata Ersam.

Ia mengelola lahan tembakau dengan jumlah sekitar 4.000 tanaman. Luas lahannya kurang lebih 1.100 hingga 1.200 meter persegi atau setara 0,11–0,12 hektare. Dari hasil panen tembakau terakhir, Ersam mengaku hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta.

”Tembakau itu sekitar 3 bulan baru panen. Sehabis tembakau, itu saya tanam jagung untuk konsumsi,” terang Ersam.

Berdasarkan pantauan, Ersam merupakan kepala keluarga dengan seorang istri dan dua anak. Anak pertamanya merupakan lulusan SMA tahun 2025, namun tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya. Saat ini, anak tersebut membantu orang tuanya bertani dan mencari rumput. Sementara anak keduanya baru memasuki usia sekolah.

Meski hidup dalam keterbatasan, Ersam mengaku tidak pernah menyesali kondisi yang dijalaninya dan tidak menyalahkan siapa pun.

“Petugas PKH sepertinya tidak pernah ke sini. Dulu pernah ada yang tanya-tanya, tapi seperti survei politik,” ujarnya.

Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif, Ersam mengaku mengetahuinya sejak beberapa waktu lalu. Ia pun hanya berharap tetap diberi kesehatan.

“BPJS memang sudah tidak aktif. Saya berharap jangan sampai sakit saja,” katanya.

Ersam juga mengungkapkan bahwa dirinya tinggal di wilayah perbukitan dan mengaku awam terhadap pengetahuan administrasi dan teknologi. Untuk mendongkrak perekonomian keluarga, ia sempat merantau ke Malaysia pada 2007 hingga 2013 sebagai tenaga kerja ilegal.

“Alhamdulillah bisa sampai bangun rumah dari hasil merantau. Tapi harus pulang karena statusnya ilegal,” pungkas Ersam.

Tags: DinsosPamekasanPetaniPKHTeganser LaokWaru
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version