• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kerja Serabutan Eks TKI Desa Tegangser Laok Pamekasan Sudah Terdata Kaya

4 bulan lalu

Disperindag Pamekasan Sidak Pasar Keppo, Pastikan Stok Sapi Jelang Idul Adha Aman

5 jam lalu

Peternak di Pamekasan Ungkap Keunggulan Daging Sapi Madura

11 jam lalu

Mantan Kades Pandan Galis Selewengkan Sewa Tanah Kas Desa Senilai Rp 1,5 Miliar

1 hari lalu

Rencana Bupati Jadikan Pamekasan Kabupaten Al Quran

1 hari lalu
Bupati Pamekasan Lepas Santri Darul Ulum Banyuanyar ke event International Qur’an di Turki

Bupati Pamekasan Lepas Santri Darul Ulum Banyuanyar ke event International Qur’an di Turki

2 hari lalu
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

3 hari lalu

Kronologi Dugaan Penipuan 1 Miliar Eks Anggota DPRD Sumenep

3 hari lalu

Mantan Anggota DPRD Sumenep Ditahan di Pamekasan, Diduga Gelapkan Rp 1 Miliar

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Tinjau Pantai Jumiang, Siapkan Revitalisasi dengan Skema Kolaborasi

5 hari lalu
Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

5 hari lalu

BGN Tekankan Peran Daerah dan Kualitas Distribusi Program MBG di Madura

5 hari lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

7 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, April 21, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Kerja Serabutan Eks TKI Desa Tegangser Laok Pamekasan Sudah Terdata Kaya

Masuk desil 6–10 membuat warga kehilangan bantuan sosial hingga BPJS Kesehatan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Januari 2026
in Ekonomi, Pilihan
10 0
0

Ersam dan istrinya sedang duduk usai mencari rumput.

0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Persoalan akurasi data kesejahteraan masyarakat kembali menjadi sorotan di Kabupaten Pamekasan. Seorang petani tembakau dan pekerja serabutan bernama Ersam, warga Dusun Tengah, Desa Tegangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan tercatat masuk kelompok Desil 6–10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), meski hidup dengan penghasilan yang tidak menentu.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa masyarakat yang masuk dalam desil 6 hingga 10 dikategorikan sebagai kelompok yang dinilai mampu.

“Desil 6 sampai 10 itu merupakan masyarakat yang dirasa mampu. Penetapannya berdasarkan survei dengan 39 variabel,” kata Lukman, Jumat (2/1/2026).

Ia menyebut ada dua faktor yang memungkinkan warga kurang mampu masuk dalam kategori desil mampu.

“Kalau faktanya kurang mampu tapi masuk desil 6–10, itu bisa karena human error atau sistem error. Saya tidak tahu pasti mana penyebabnya,” ujarnya.

Menurut Lukman, terdapat dua mekanisme yang dapat ditempuh masyarakat untuk mengajukan perubahan desil. Pertama, melalui jalur formal dengan melapor ke pemerintah desa agar diusulkan perubahan data. Kedua, melalui jalur partisipatif secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

”Sedangkan tugas PKH itu, hanya turun ke lapangan untuk mengecek dan input data. Keputusan desil ada di BPS,” ucap Lukman.

Meski demikian, perubahan desil tidak bisa dilakukan secara langsung,

“Harus menunggu sekitar tiga bulan untuk perubahan data desil. Mohon dimengerti karena memang sudah sistemnya seperti itu,” kata Lukman.

Ia menegaskan, masyarakat yang masuk desil 6–10 otomatis tidak berhak menerima bantuan sosial, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kalau sudah masuk desil 6–10, otomatis tidak dapat bantuan, termasuk BPJS kesehatannya tidak aktif,” ujarnya.

Salah satu warga yang terdampak kebijakan tersebut adalah Ersam. Saat ditemui di rumahnya usai mencari rumput, Ersam mengaku sehari-hari bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kalau ada yang minta tolong mencangkul atau bantu pekerjaan lain, biasanya dapat uang. Tapi penghasilannya tidak tentu,” kata Ersam.

Ia mengelola lahan tembakau dengan jumlah sekitar 4.000 tanaman. Luas lahannya kurang lebih 1.100 hingga 1.200 meter persegi atau setara 0,11–0,12 hektare. Dari hasil panen tembakau terakhir, Ersam mengaku hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta.

”Tembakau itu sekitar 3 bulan baru panen. Sehabis tembakau, itu saya tanam jagung untuk konsumsi,” terang Ersam.

Berdasarkan pantauan, Ersam merupakan kepala keluarga dengan seorang istri dan dua anak. Anak pertamanya merupakan lulusan SMA tahun 2025, namun tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya. Saat ini, anak tersebut membantu orang tuanya bertani dan mencari rumput. Sementara anak keduanya baru memasuki usia sekolah.

Meski hidup dalam keterbatasan, Ersam mengaku tidak pernah menyesali kondisi yang dijalaninya dan tidak menyalahkan siapa pun.

“Petugas PKH sepertinya tidak pernah ke sini. Dulu pernah ada yang tanya-tanya, tapi seperti survei politik,” ujarnya.

Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif, Ersam mengaku mengetahuinya sejak beberapa waktu lalu. Ia pun hanya berharap tetap diberi kesehatan.

“BPJS memang sudah tidak aktif. Saya berharap jangan sampai sakit saja,” katanya.

Ersam juga mengungkapkan bahwa dirinya tinggal di wilayah perbukitan dan mengaku awam terhadap pengetahuan administrasi dan teknologi. Untuk mendongkrak perekonomian keluarga, ia sempat merantau ke Malaysia pada 2007 hingga 2013 sebagai tenaga kerja ilegal.

“Alhamdulillah bisa sampai bangun rumah dari hasil merantau. Tapi harus pulang karena statusnya ilegal,” pungkas Ersam.

Tags: DinsosPamekasanPetaniPKHTeganser LaokWaru
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version