• Terkini
  • Trending
  • Semua

Jaminan Kesehatan Dicoret Ersam Eks TKI Berharap Keluarganya Tidak Ada yang Sakit

5 bulan lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

35 menit lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

7 jam lalu

Pemkab Pamekasan Susun Strategi Menuju UHC Prioritas 2027

8 jam lalu

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

19 jam lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

1 hari lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

1 hari lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

2 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

2 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

2 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

4 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Mei 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Jaminan Kesehatan Dicoret Ersam Eks TKI Berharap Keluarganya Tidak Ada yang Sakit

Hidup dari ladang kecil dan penghasilan tak menentu

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
2 Januari 2026
in Ekonomi, Pilihan
10 0
0

Ersam dan istrinya sedang duduk usai mencari rumput.

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET – Mentari pagi belum sempat membuat embun-embun menguap. Ersam, pria paruh baya itu baru datang mencari rumput untuk pakan ternak. Pakan itu juga masih meneteskan embun.

Di rumah sederhana di Dusun Tengah Dua, Desa Tegangser Laok, Kecamatan Waru ia duduk sejenak, menghela napas, lalu bercerita tentang hidup yang ia jalani apa adanya, tanpa keluhan berlebihan, tanpa pula menyalahkan siapa pun.

Ersam adalah petani. Pekerjaan yang, menurut pengakuannya, tak pernah memberi kepastian.

“Kalau ada yang minta tolong mencangkul atau bantu kerja lain, baru dapat uang. Pokoknya serabutan yang penting dapat kerja,” katanya.

Jika tidak kerjaan di luar, ia kembali ke ladang sendiri. Penghasilan datang dan pergi, mengikuti musim dan kebutuhan orang lain.

Sepetak sawah berisi 4.000 batang tembakau yang ia garap sehari-hari. Saat panen tembakau kemarin, ia hanya memperoleh Rp 1 juta setelah dipotong biaya perawatan. Uang itu, tak cukup menenangkan fikirannya untuk menjalani hidup sampai musim tembakau berikutnya.

”Musim tembakau kemarin Alhamdulillah dapat Uang satu juta, tapi sekarang sudah habis uang itu,” sahutnya, Jumat (2/1/2026).

Sebagai kepala keluarga, Ersam menanggung istri dan dua anak. Anak sulungnya lulus SMA pada 2025. Kuliah bukan pilihan anaknya, bukan karena tak mau, melainkan karena tak mampu. Kini anak itu membantu bertani dan ikut ngarit, menyambung rutinitas ayahnya.

Anak kedua baru menginjak usia sekolah, masih membawa harapan yang pelan-pelan tumbuh.

Di tengah keterbatasan itu, Ersam tercatat masuk Desil 6–10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok yang secara statistik dianggap tak miskin juga mapan.

“Petugas PKH sepertinya tidak pernah ke sini,” ujarnya.

Ia ingat pernah ada orang bertanya-tanya, namun lebih mirip survei politik ketimbang pendataan bantuan sosial.

Soal jaminan kesehatan, Ersam mengaku BPJS miliknya sudah tidak aktif. Ia tak memperpanjang.

“Saya berharap saja tidak sakit karena untuk bayar BPJS secara mandiri sudah tak cukup,” katanya lirih.

Baginya, sehat lebih utama daripada kartu yang tak selalu bisa diandalkan. Tinggal di wilayah perbukitan, akses informasi pun terbatas. Pengetahuan datang dari cerita ke cerita, bukan dari layar gawai yang selalu menyala.

Namun hidupnya tak selalu berhenti di desa. Untuk menyambung hidup, tahun 2007 hingga 2013, Ersam mencoba keberuntungan ke negeri jiran Malaysia. Ia bekerja sebagai tenaga kerja ilegal, adu nasib di negeri orang demi mendongkrak ekonomi keluarga. Dari sanalah rumah yang kini ia tempati bisa berdiri.

“Alhamdulillah bisa bangun rumah setelah jadi TKI meskipun ilegal,” katanya.

Karena berstatus ilegal, Ersam dipulangkan secara paksa oleh pemerintah Malaysia. Ia tak punya pilihan lain kecuali kembali ke sawah warisan orang tuanya.

Meski demikian, Ersam tak pernah mengutuki keadaan. Ia menerima hidup sebagaimana datangnya. Bertani, ngarit, membantu tetangga jika diminta. Dalam diam, ia menyimpan keteguhan,

“Bekerja hari ini, berharap esok lebih baik. Setiap makhluk tuhan menemukan jalan rejekinya masing-masing,” ucapnya sambil tersenyum.

Tags: DinsosDTsenPetaniPKHTegangser LaokWaru
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version