• Terkini
  • Trending
  • Semua

Petani Panen Sendiri Harga Tembakau Terus Melejit

11 bulan lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

18 menit lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

16 jam lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

21 jam lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

23 jam lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

23 jam lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

1 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

2 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

2 hari lalu

UIN Madura Lahirkan Guru Besar Ilmu Falak

3 hari lalu

Ahli Waris Lahan MI dan TK Aisyiyah Bakal Datangi Polres Pamekasan Minta Kejelasan Pengaduan

3 hari lalu
Konsep Otomatis

Inilah Profil Pemenang Duta Batik dan Kacong Cebbing Pamekasan 2026

4 hari lalu
ASN Pemkab Pamekasan Sumbang 372 Juta untuk Aceh

Bupati Pamekasan Minta BPBD Kaji Ulang Data Potensi Kekeringan 2026

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Petani Panen Sendiri Harga Tembakau Terus Melejit

Harga tembakau sawah Rp 50.000 palingan rendah, sedangkan tembakau tegal Rp 60.000 paling rendah

oleh Taufiqur Rahman
3 September 2025
in Ekonomi
13 1
0

Su'adah, salah satu petani asal Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, saat menjemur tembakaunya di lahan milik tetangganya. Tembakau sawah saat ini sudah mencapai Rp 50.000 perkilo.

0
SHARES
144
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Tawaran tembakau petani dengan harga murah oleh pedagang, membuat mereka bergeming. Petani memilih untuk memanen sendiri tembakau mereka demi mendapatkan keuntungan lebih besar, daripada dijual ke pedagang.

Hingga memasuki awal bulan September ini, harga tembakau petani mulai melejit. Hal ini karena daun tembakau sudah memasuki tahapan daun tengah hingga daun atas.

Salah satu petani asal Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Su’adah menjelaskan, saat panen dauh bawah harganya menyesakkan dada, yakni Rp 40.000. Paling tinggi sampai Rp 45.000 perkilo.

“Kalau saya kalkulasi, dijual di sawah dengan panen sendiri selisihnya Rp 10.000. Maka saya panen sendiri dan harganya baru Rp 40.000 perkilo untuk daun bawah. Sekarang sudah daun atas harganya mencapai Rp 50.000 sampai Rp 55.000 perkilo,” kata Su’adah saat ditemui ketika menjemur tembakaunya, Rabu (3/9/2025).

Awalnya, Su’adah ragu untuk memanen sendiri tembakaunya. Sebab, ia hanya hidup berdua dengan anak perempuannya yang tidak punya gedek dan lahan untuk tempat jemuran. Namun karena kebaikan tetangganya, ia diberikan pinjaman gedek dan tempat penjemuran cuma-cuma.

“Banyak tetangga yang ikut membantu, mungkin karena saya sudah tidak punya keluarga,” imbuhnya.

Petani lainnya asal Dusun Baban, Desa Sukolelah, Kecamatan Kadur, Ainur Rofik, mengatakan, tawaran pedagang per pohon bulan Agustus kemarin hanya Rp 2.000. Rendahnya tawaran itu membuat dirinya mengambil keputusan untuk dipanen sendiri.

“Setelah saya panen sendiri, Alhamdulillah sekarang sudah tembus di harga Rp 62.000 perkilonya,” kata Ainur Rofik.

Sama halnya dengan Su’adah, Rofik juga harus meminjam gedek jemuran dan tempat kepada tetangganya. Sebab, gedek miliknya sudah dijual beberapa tahun yang lalu karena sudah tidak punya keinginan untuk memanen sendiri.

“Banyak peralatan yang pinjam ke tetangga, seperti gedek, lokasi penjemuran, mesin rajang, karena sudah lama saya tidak panen sendiri,” ungkap Rofik.

Salah satu petani asal Desa Montok, Kecamatan Laranga, Kabupaten Pamekasan, sedang memanen tembakau bagian atas sampai pucuknya.

Menurut Rofik, tembakau miliknya masuk kategori tegal gunung sehingga memiliki corak tersendiri. Hal ini berdampak kepada kualitas dan harga.

“Tembakau daerah Kecamatan Kadur ini, biasanya dijadikan bahan campuran dengan tembakau sawah dan hasilnya cukup bagus,” terang Rofik.

Tags: DisperindagGunungPamekasanpedagangPetaniSawahTegalTembakau
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version