PAMEKASAN, MADURANET – PT Bawang Mas Group akan memulai pembelian tembakau, khususnya di Madura, serentak pada tanggal 17 Agustus 2025 mendatang. Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT BMG, Haji Khairul Umam.
Pria yang akrab disapa Haji Her ini menambahkan, pembelian itu dilakukan karena puncak panen tembakau di Madura dimulai pada pertengahan bulan Agustus. Dengan demikian, sangat pas jika usai upacara 17 Agustus langsung dilakukan pembelian tembakau serentak di Madura.
“Tepat di HUT Kemerdekaan RI ke-80, kita akan memulai pembelian perdana. Momentum ini juga sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dan momen bagi petani untuk merayakan panen tembakau tahun ini,” terang Haji Her, Rabu (6/8/2025).
Haji Her mengimbau kepada petani atau tengkulak agar tidak memanen tembakau yang masih muda. Sebab, hal itu mempengaruhi terhadap kualitas dan harga tembakau. Tembakau muda, pasti akan mudah diketahui ketika sudah disortir di gudang. Apalagi daun muda tembakau dicampur dengan daun tembakau yang tua, juga akan ketahuan.
“Petiklah daun tembakau kalau sudah tua dan tiba waktunya. Kalau daun muda dipaksakan dipetik, kualitasnya jelek dan harganya bisa murah. Semua pengusaha tembakau sudah paham soal kualitas tembakau,” ujarnya.
Sebelumnya, Haji Her sudah memberikan bocoran terkait harga pembelian khusus di Madura. Untuk tembakau sawah dan tegal, harga paling rendah Rp 50.000 sampai Rp 65.000. Sedangkan untuk tembakau gunung, harga paling rendah Rp 50.000 sampai Rp 70.000. Tidak menutup kemungkinan, harga tembakau gunung dengan kualitas terbaik, di atas prediksi harga tersebut.
Adapun untuk pembelian tembakau di daerah lain, Haji Her menegaskan bahwa hal itu tergantung situasi. Rencananya, pembelian tembakau juga akan dilakukan di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Di Jawa Tengah, mulai dari Temenggung dan sekitarnya. Ada pula rencana pembelian di Paiton, Jember, Bondowoso dan Situbondo.
Bahkan, PT Bawang Mas Group juga akan melakukan pembelian tembakau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).













