PAMEKASAN, MADURANET – Keberadaan lapak-lapak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP), Pamekasan, menjadi berkah tersendiri bagi warga, Selasa (29/7/2025).
Sejak adanya renovasi, pengunjung yang didominasi muda-mudi banyak berdatangan, khususnya sore hingga menjelang malam. Para pedagang minuman, makanan, dan jajanan ringan menikmati peningkatan penghasilan yang cukup signifikan.
Salah satu pelaku UMKM, Surahmah, mengaku telah berjualan di area stadion sejak lama, bahkan sebelum adanya renovasi. Ia menjual berbagai jenis minuman ringan dan es, dengan waktu operasional dari pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB setiap hari.
“Penghasilan saya sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per hari. Kalau hari Minggu atau ada event, bisa lebih,” ungkapnya, saat ditemui di lapaknya, Selasa (29/7/2025).
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak membayar biaya sewa lapak. Ia hanya mengeluarkan biaya kebersihan sebesar Rp2.000 per minggu.
“Tidak ada biaya sewa, hanya uang kebersihan. Kami juga belum daftar resmi, tapi kemarin sudah sempat didata oleh Dinas Koperasi dan UMKM,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Imam, pedagang kopi dan minuman dingin di lokasi yang sama. Menurutnya, setelah stadion direnovasi dan kawasan sekitarnya makin tertata, jumlah pengunjung meningkat pesat, terutama pada sore hari. Situasi ini menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi strategis untuk berdagang.
“Sekarang sore hari jadi lahan basah untuk mencari rizki. Per hari, bisa dapat lebih dari Rp200 ribu. Alhamdulillah tidak dipungut biaya sewa, hanya Rp2.000 untuk kebersihan,” katanya.
Cerita lain datang dari Rudy, pria asal Malang yang kini merantau dan tinggal kontrak di Pamekasan. Ia berjualan pentol. Setiap hari, Rudy bisa mengantongi penghasilan mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ramai tidaknya pengunjung.
“Saya ngontrak di sini. Jualan pentol. Kalau ramai, bisa dapat Rp500 ribu. Tapi rata-rata Rp200 ribuan. Sama juga, nggak ada biaya sewa, hanya uang kebersihan,” ujarnya sambil tersenyum.
Rudy menyebut lokasi Stadion SGRP sangat membantu ekonomi keluarganya, dan berharap dukungan dari pemerintah agar lapak-lapak kecil seperti miliknya bisa tetap bertahan dan diberi perlindungan legalitas yang layak.
Meski demikian, para pelaku UMKM berharap pemerintah tetap memperhatikan keberadaan mereka jika ada penataan ulang atau regulasi baru. Mereka ingin tetap dilibatkan, serta diberi ruang untuk terus berjualan secara tertib dan resmi.
Mereka menilai, dengan penghasilan yang cukup menjanjikan dan biaya operasional yang ringan, lapak UMKM di sekitar Stadion SGRP bukan hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan kehidupan yang layak bagi para pedagang kecil.













