PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menghapus 4.000 data penduduk sejak Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto menjabat. Penghapusan data penduduk ini karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia, namun belum pernah dihapus sebelumnya. Dampak penghapusan data ini, berdampak terhadap efisiensi anggaran hingga Rp 1,7 miliar.
Bupati Kholilurrahman menjelaskan, efisiensi anggaran Rp 1,7 miliar itu dihasilkan dari pembayaran iuran asuransi kesehatan masyarakat yang dihapus datanya. Selama bertahun-tahun, data itu sengaja dibiarkan sehingga pemerintah terbebani pembayaran iuran kesehatan.
“Pemerintahan kami dibebani hutang pembayaran asuransi kesehatan yang besar. Di balik besarnya hutang itu, karena ada orang meninggal yang masih terdata dan harus dibayar. Makanya perlahan kami hapus dan sudah ada 4.000 data orang meninggal yang dihapus,” terang Kholilurrahman, Selasa (17/6/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan Pamekasan ini menambahkan, Kepala Desa dan Camat sudah ditekan agar mengahapus seluruh data orang meninggal di wilayahnya masing-masing. Jika saat ini sudah ada 4.000 data orang meninggal yang dihapus, maka selama beberapa bulan ke depan, diharapkan bisa meningkat 2 kali lipat.
“Jika ada 8.000 data orang meninggal yang dihapus, maka akan efisiensi fiskal hingga Rp 3,4 miliar. Anggaran ini bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang rusak di Pamekasan,” imbuhnya.
Mantan anggota DPR RI ini heran mengapa baru sekarang penghapusan data ini dilakukan. Namun dirinya tidak mau mempersoalkan alasan tidak dihapusnya data-data tersebut di tahun-tahun sebelumnya.
“Saya akan terus berupa untuk mengintesifkan pendapatan daerah. Salah satunya dengan cara mengefisiensi pembayaran iuran kesehatan ini,” ungkapnya.














Comments 1