• Terkini
  • Trending
  • Semua
Petani Proppo dan Palengaan Kesulitan Pupuk Subsidi Padi Jadi Menguning

Petani Proppo dan Palengaan Kesulitan Pupuk Subsidi Padi Jadi Menguning

4 tahun lalu

Reaktivasi Pasar Sapi Batubintang Retribusi Digratiskan Selama Empat Pasaran

4 jam lalu

Haji Her Gas Pol Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan Tahun Ini

7 jam lalu

Khofifah Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pamekasan

8 jam lalu
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar UIN Madura Soroti Fenomena Kritik yang Krisis Moral dan Pengetahuan

12 jam lalu
Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

16 jam lalu

Menkop: Pedagang Sate hingga Konten Kreator Bisa Bentuk Koperasi

17 jam lalu

Menteri Koperasi Akan Jadikan KDKMP Pusat Penyaluran Program Pemerintah

1 hari lalu

Pamekasan Sukses Gelar Puncak Harkop Jatim Ke-79

1 hari lalu
Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

2 hari lalu

Sarasehan Harkopnas di Pamekasan Soroti Masa Depan Koperasi

2 hari lalu

Warga Palengaan Tolak Pembangunan Indomaret

2 hari lalu

Pasar Murah ke-84 Digelar di Pamekasan, Khofifah Jual Sembako di Bawah Harga Pasar untuk Tekan Inflasi

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Petani Proppo dan Palengaan Kesulitan Pupuk Subsidi Padi Jadi Menguning

Harga pupuk Urea subsidi tembus Rp 200.000 dan barangnya sulit didapatkan

oleh Ahmad Hidayat
19 Januari 2023
in Ekonomi
39 0
0
Petani Proppo dan Palengaan Kesulitan Pupuk Subsidi Padi Jadi Menguning

Tanaman padi di Kecamatan Proppo, Pamekasan, menguning karena kurangnya pemupukan.

0
SHARES
393
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kesulitan pupuk subsidi jenis Urea masih terjadi di Kabupaten Pamekasan. Sejumlah petani masih kebingungan mendapatkan pupuk. Sementara tanaman padi mereka sudah melewati batas waktu pemupukan.

Salah satu petani asal Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Ahmad Fakih mengatakan, sejak pertama padinya ditanam sampai saat ini masih belum dilakukan pemupukan. Pasalnya, untuk mendapatkan pupuk sangat sulit.

“Sulit sekali membeli pupuk. Kami sangat membutuhkan karena sudah melewati waktu pemupukan,” kata Ahamd Fakih, Kamis (19/1/2023).

Fakih sudah berusaha menghubungi kelompok tani dan kios pupuk di desanya. Namun semuanya kosong. Pihaknya hanya dijanjikan terus bahwa akan diberi informasi kalau stok pupuk sudah ada.

“Kami petani mau membeli bukan mau utang, tapi masih sulit. Kami heran, pupuk subsidi itu berapa jatahnya dan dijual ke siapa saja,” imbuhnya.

Karena terlambat pemupukan, tanaman padi Fakih dan petani lainnya menguning. Hal itu karena tidak tersentuh pupuk sama sekali. Satu-satunya pemupukan hanya di awal masa tanam padi menggunakan pupuk kandang.

Petani lainnya asal Desa Poto’an Daja, Kecamatan Palengaan, Ridwan Taubat. Padi milik Ridwan menjadi warna-warni. Ada yang hijau dan ada yang kuning. Faktornya karena kurangnya pemupukan.

“Biasanya kami memasang 1 kwintal pupuk Urea ketika di awal masa ditanam. Sekarang hanya dipupuk 50 kg karena kesulitan mendapatkan pupuk Urea,” terang Ridwan.

Informasi yang dihimpun MADURANET, harga pupuk di sejumlah kecamatan beragam. Seperti di Kecamatan Larangan, ada kios yang menjual mulai dari harga Rp 120.000 sampai Rp 200.000 per karung ukuran 50 kg. Di Kecamatan Pakong, Palengaan, Pegantenan, Batumarmar, Waru juga demikian.

“Kalau di Kecamatan Waru, harga Urea sudah Rp 200.000,” kata Ahmad Zaini, petani asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru.

Beberapa kali Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ajib Abdullah dikonfirmasi ke kantornya, tidak pernah ada. Bahkan sejumlah nomor telpon selulernya saat dihubungi tidak ada yang aktif. Staf DKPP juga tidak tahu keberadaan Ajib Abdullah.

“Pak Kadis jarang di kantor. Mungkin karena pegang 2 jabatan OPD sehingga sangat sibuk,” kata salah satu staf DKPP.

Tags: Ajib AbdullahDinas Ketahanan Pangan dan PertanianDKPPMafia PupukPamekasanPupukPupuk IndonesiaPupuk SubsidiTanaman Padi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Hidayat

Ahmad Hidayat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version