PAMEKASAN, MADURANET – Polres Pamekasan angkat bicara terkait aksi ratusan buruh rokok PR Subur Jaya (HJS) dan petani yang turun ke jalan untuk merespons rencana demonstrasi sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, aksi tersebut dipicu keresahan karyawan terhadap oknum LSM yang dinilai kerap datang ke perusahaan meminta dana pengondisian.
“Hal itu dilakukan secara spontan. Mereka resah karena LSM dianggap sering datang meminta pengondisian,” kata Evan saat ditemui ditempat kerjanya, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, massa berjumlah ratusan orang dengan koordinator lapangan Junaidi. Pada Selasa (27/1/2026), pukul 07.00 WIB, mereka berkumpul di kediaman Junaidi, lalu berangkat konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurut Evan, aksi itu tidak dilengkapi izin resmi. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
“Sekitar pukul 09.45 WIB kami lakukan pembubaran. Alhamdulillah pukul 11.00 WIB massa sudah membubarkan diri dengan tertib,” ujarnya.
Polisi juga mencatat sebagian massa membawa kayu pentungan. Namun, tidak ditemukan tindakan kekerasan.
“Karena tidak digunakan untuk melakukan pelanggaran atau kekerasan, tidak ada pelanggaran hukum. Meski begitu tetap kami imbau agar tidak membawa benda seperti itu,” tambahnya.
Sementara itu, Owner PR Subur Jaya, Junaidi, mengatakan aksi muncul setelah pihak perusahaan menerima surat pemberitahuan rencana demonstrasi dari sebuah LSM bernama Aspirasi Rakyat.
Sekitar 800 buruh dan petani disebut bergerak spontan menuju Monumen Arek Lancor untuk mencari keberadaan massa LSM.
“Setelah menerima surat, buruh dan petani tidak terima. Mereka bertanya apa salah Subur Jaya, lalu spontan bergerak,” kata Junaidi.
Ia mengaku geram karena perusahaan kerap didatangi sejumlah LSM. Menurut dia, permintaan dana dari oknum tertentu membuat pekerja merasa terganggu.
“Kami sebenarnya tidak ingin ada demo. Tapi merasa terpanggil karena sering didatangi,” ujarnya.
Pantauan di lapangan saat kejadian, massa sempat bergerak ke sejumlah ruas jalan kota, namun tidak menemukan pihak LSM. Mereka kemudian kembali ke gudang perusahaan.
Aparat kepolisian melakukan pengawalan untuk mencegah bentrokan. Situasi berlangsung aman tanpa kerusuhan maupun perusakan.













