PAMEKASAN, MADURANET — Perusakan papan nama Gedung DPRD Pamekasan yang terjadi saat aksi demontrasi pada Selasa (9/12/2025) memicu beragam reaksi dari warganet. Unggahan video peristiwa tersebut di akun Tiktok resmi Maduranet.com mendapat sekitar 50 komentar dan ditonton lebih dari 13,4 ribu kali.
Sebagian besar komentar menyayangkan tindakan perusakan dan mendesak aparat segera bertindak.
“Yg merusak fasilitas umum wajib ditangkap,” tulis akun M45 AFI.
Komentar serupa disampaikan Lukman Hakim yang menilai tindakan itu sudah tidak lagi mencerminkan aksi penyampaian pendapat. “Ini bukan demo merusak namanya, tangkap pak pol,” tulisnya.
Beberapa warganet mempertanyakan keberadaan aparat saat perusakan terjadi. Akun h3n_Duro menulis, “Pertanyaannya: petugas atau aparatnya kemana? knp dibiarkan?”
Sementara Rismanto Haris Alhabsy menilai seharusnya proses hukum bisa segera berjalan.
“Mudah sekali aparat untuk menangkap pelaku pengrusakan. Tangkap segera,” ujarnya.
Akun bernama lukman hakim juga menilai bahwa aksi demonstrasi tetap harus dilakukan secara damai. “Itu bukan demo pengrusakan namanya,” katanya.
Namun, ada juga komentar yang melihat perusakan tidak sepenuhnya menjadi persoalan utama. Akun syehon menulis, “itu bukan pasilitas umum, itu milik dprnya, gak papa lanjutkan.” Sementara akun yang bernama Mikail membandingkan tindakan tersebut dengan aksi blokade layanan publik. “Klo blokir BPJS apa juga tidak merusak,” tulisnya.
Sebagian warganet lainnya menyampaikan sikap lebih moderat. Akun Cinta Damai menilai demonstrasi adalah hal wajar selama tetap menjaga ketertiban. “Saya setuju dgn demonya. tapi saya tidak setuju dgn pengerusakannya,” tulisnya.
Hingga berita ini dimuat, pihak DPRD Pamekasan belum memberikan tanggapan. Wakil Ketua DPRD, Wahyu, yang menemui massa aksi sehari sebelumnya, saat dikonfirmasi mengaku sedang sakit dan meminta wartawan menghubungi narasumber lain.
Upaya konfirmasi kepada Ketua DPRD Pamekasan juga belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp tidak mendapat respons. Saat wartawan mendatangi kantor DPRD pada Rabu (10/12/2025), ketua DPRD juga tidak berada di tempat.













