PAMEKASAN, MADURANET – Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto tak mampu menahan emosinya saat menemui massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, yang berunjuk rasa di depan kantor Polres Pamekasan di Jalan Raya Nyalaran, Sabtu (30/8/2025).
Hendra yang tiba-tiba muncul setelah massa sempat bentrok dengan polisi karena memaksa masuk ke dalam halaman kantor, langsung diteriaki massa.
“Mohon maaf saudara semuanya. Tadi saya masih Solat isya’ sehingga tidak bisa menemui,” ujar Hendra.
Permohonan maaf itu dibalas teriakan massa yang dianggap Hendra meremehkan ibadahnya.
“Siapa tadi yang teriak-teriak. Saya tadi sedang Solat beneran. Kalian orang Islam apa bukan kok kata-katanya tidak baik,” ucap Hendra.
Tak cukup di situ, Hendra mengatakan bahwa sesama orang Islam dan sesama orang Madura, jangan sekali-kali meremehkan solat.
Akhirnya, mahasiswa menyampaikan permohonan maaf tas sikapnya. Mahasiswa meminta Hendra untuk melanjutkan dialog.
“Saya juga mohon maaf jika emosi. Tapi jangan sampai kalian mempersoalkan Solat,” ungkapnya.
Dalam aksi ini, Hendra menolak menandatangani tuntutan HMI. Salah satu yang keberatan untuk ditandatangani yaitu, tuntutan pencopotan Kapolri Jendra Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.
Aksi yang dilakukan HMI, berlangsung selama 5 jam lebih. Mereka sempat memblokade jalan dan membakar ban bekas di depan pintu gerbang kantor Polres Pamekasan.
Massa HMI berjanji akan unjuk rasa lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak, untuk meloloskan tuntutan mereka.













