PAMEKASAN, MADURANET – Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Pamekasan menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi bagi para pekerja migran Indonesia (PMI), baik yang berangkat secara resmi maupun nonprosedural.
Koordinator P4MI Pamekasan, Rendra Infan, mengungkapkan pihaknya hari ini baru saja memfasilitasi pemulangan jenazah seorang PMI asal Arjasa, Sumenep, berinisial SH (55), dengan layanan ambulan gratis.
“Kami tidak pandang bulu, mau resmi atau tidak, kalau itu pekerja luar negeri pasti kita layani,” tegas Rendra saat ditemui di kantornya, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, untuk mendapatkan layanan ambulan gratis, keluarga PMI hanya perlu membawa surat dari desa dan surat keterangan tidak mampu.
“Kalau ikut tekong, itu ambulan masih bayar, di kita gratis, selama ambulan masih ada karena cuma satu unit,” jelasnya.
Selain kasus di Sumenep, P4MI Pamekasan juga menangani pemulangan lima PMI nonprosedural asal Pamekasan yang saat ini masih berada di Surabaya dalam tahap transit. Adapun total PMI non-prosedural yang dipulangkan dari luar negeri ke Madura meliputi Pamekasan (5 orang), Sumenep (5 orang), Sampang (7 orang), dan Bangkalan (1 orang).
Tidak hanya memfasilitasi pemulangan, P4MI Pamekasan juga aktif memberikan layanan keberangkatan resmi bagi pekerja yang ingin bekerja di luar negeri.
“Kalau resmi itu enak, ada persoalan seperti sakit, negara tanggung jawab lewat BPJS,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong para calon PMI untuk memilih jalur resmi demi keamanan, kepastian hukum, dan perlindungan hak selama bekerja di luar negeri.













