• Terkini
  • Trending
  • Semua
Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

Dua Kali Bupati Badrut Tamam Mangkir Saat Didemo Kader PMII

5 tahun lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

19 jam lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

2 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

3 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

4 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

4 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Mei 31, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Dua Kali Bupati Badrut Tamam Mangkir Saat Didemo Kader PMII

oleh Hasbi Amrullah
18 Juni 2021
in Hukum, Peristiwa
32 1
0
Bupati Pamekasan dan Polisi Tuai Kecaman Usai Demonstrasi Berdarah

Demonstrasi ratusan aktivis PMII menolak tambang ilegal di Pamekasan hingga bentrok dengan polisi.

0
SHARES
326
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Badrut Tamam dua kali tidak tidak menemui aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan saat berunjuk rasa di kantornya, menuntut penghentian penambangan galian C ilegal di Kabupaten Pamekasan. Aksi pertama dilakukan PMII pada Kamis 20 Juni 2020 lalu. Aksi kedua dilakukan pada Kamis (18/6/2021) siang.

Pada aksi pertama, ratusan aktivis PMII Cabang Pamekasan bentrok dengan aparat kepolisian setelah para aktivis berhasil menerobos pagar halaman rumah dinas Badrut Tamam. Dalam aksi tersebut, polisi bertindak beringas dengan memukuli mahasiswa. Bahkan, Ketua Komisariat Sakera IAIN Madura mengalami luka di bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.

Meskipun sampai meneteskan darah, perjuangan PMII Pamekasan belum mampu menghentikan penambangan galian C ilegal di Kabupaten Pamekasan. 219 titik penambangan galian C di Pamekasan, masih bebas melakukan perusakan lingkungan.

Usai aksi berdarah itu, Badrut Tamam mengundang PMII Cabang Pamekasan berembuk mencarikan solusi di rumah dinasnya. Kehadiran pengurus PMII di rumah dinas Badrut Tamam, didampingi oleh Ketua PKC PMII Jawa Timur, Abdul Ghani, Ketua IKA PMII Cabang Pamekasan, Atiqullah dan pembina IKA PMII Pamekasan, HM. Sahibuddin. Kapolres Pamekasan waktu itu dijabat oleh AKBP Sugeng.

Hasil dari rembukan itu, beberapa hari penambangan sempat dihentikan. Suasana menjadi sedikit reda.

Namun, penambangan ilegal kembali marak terjadi. Alat-alat berat seperti escavator kembali beringas membongkar dan mengeruk tanah. Disusul ratusan dump truck yang sudah antri untuk diisi tanah. Tanah-tanah tersebut dijual oleh pemilik tambang ke sejumlah warga yang membutuhkannya. Tidak ada satupun aparat keamanan dan aparat penegak Perda yang mau menyentuh mereka.

Kondisi itu membuat PMII kembali membangkitkan gairahnya untuk menuntaskan perjuangan mereka, menghapus penambangan ilegal di Pamekasan.

“Setahun ini Bupati bekerja apa? DPRD Pamekasan bekerja apa? Polres Pamekasan bekerja apa? Apa kalian takut kepada mafia tambang karena ada oligarki di dalamnya. Atau kalian menerima keuntungan dari para pemilik tambang ilegal?,” ujar Moh. Lutfi dalam orasinya di depan kantor bupati Pamekasan.

4 jam lebih aksi dilakukan massa PMII. Badrut Tamam tidak kunjung menemui mereka. ASN dan anggota DPRD Pamekasan yang berada dalam kantor bupati, tidak bisa keluar karena pintu masuk dan pintu keluar kantor, sudah diblokade oleh para aktivis. Bahkan, ada anggota dewan dan ASN yang hendak pulang kantor melewati pintu darurat di selatan kantor, juga diadang oleh para aktivis.

“Kami tidak butuh penjelasan pembantu bupati. Diajak diskusi saja sudah tidak bisa menalar dengan baik dan terus menebar janji-janji,” kata Lutfi lagi.

Aksi kemudian bubar setelah salah satu anggota DPRD Pamekasan menemui mereka untuk yang kedua kalinya. Badrut Tamam yang ditunggu-tunggu oleh para aktivis, tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Kami akan datang lagi. Kasus tambang ilegal ini harus tuntas dan harus dihentikan,” tandas Lutfi.

Tags: baddrut TamamBupati PamekasanDPRD PamekasanGalian CPMIIpolres PamekasanTambang ilegal
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version