• Terkini
  • Trending
  • Semua
Pengusaha Utang 230.000 Ton Garam ke PT Garam

Pengusaha Utang 230.000 Ton Garam ke PT Garam

6 tahun lalu

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

4 jam lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

12 jam lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

19 jam lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

1 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

2 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

2 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

3 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

3 hari lalu

PC PMII Pamekasan Soroti Pembiaran Tambang Ilegal di Pamekasan

3 hari lalu

DPRD Pamekasan Upayakan Pembelajaran SMK Kesehatan Kembali Berjalan Normal

4 hari lalu

DPRD Pamekasan Temui GMNI Bahas Warga Belum Tercover BPJS Kesehatan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Mei 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Pengusaha Utang 230.000 Ton Garam ke PT Garam

Gudang-gudang pengusaha sudah penuh sehingga garam yang mereka beli tidak dibayar.

oleh Hasbi Amrullah
24 Januari 2020
in Hukum, Peristiwa
22 2
0
Pengusaha Utang 230.000 Ton Garam ke PT Garam
0
SHARES
241
VIEWS

MADURANET – Sebanyak 230.000 ton garam di gudang penyimpanan milik PT Garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, dibiarkan mengendap oleh pengusaha. Garam tersebut sudah dibeli, namun tak juga diambil. Garam itu dibeli oleh pengusaha di awal musim panen garam tahun 2019 kemarin.

Eko Jalaluddin, Kepala Divisi Produksi PT Garam Wilayah Barat Madura dalam acara focus group discussion di salah satu hotel di Pamekasan, Jumat (24/1/2020) menjelaskan, garam yang tidak diambil oleh pengusaha itu karena gudang milik mereka sudah penuh. Padahal, pembelian garam oleh pengusaha jika dibandingkan dengan tahun 2018 lebih sedikit.

“Tahun 2018 garam yang dibeli pengusaha dari PT Garam melampaui tahun 2019. Kenapa tahun 2019 hanya 230.000 ton, gudang mereka sudah tidak muat,” ujar Eko.

Eko mengaku heran dengan kondisi garam saat ini. Jika dinilai dari sejarah, tahun ini PT Garam paling berprestasi karena mampu memproduksi hingga 700.000 ton dengan kualitas yang cukup bagus. Bahkan, gudang penyimpanan milik PT Garam meluap kemana-mana. Karena terlalu banyaknya, PT Garam harus membuat gudang Olo atau gudang tidak permanen yang hanya ditutup terpal plastik.

“PT Garam tahun ini terbaik sekaligus terburuk. Terbaik karena produksinya meningkat tajam. Terburuk karena garam yang sudah dijual tidak dibayar,” ungkapnya.

Eko memiliki kekhawatiran yang cukup mengerikan. Pasalnya, sekitar bulan Pebruari mendatang, akan ada 2,2 juta ton garam masuk ke Indonesia. Impor yang cukup besar ini, akan berpengaruh besar terhadap penjualan garam dan harga garam di dalam negeri.

“Saya semakin bingung. Semoga Komisi B DPRD Jawa Timur bisa menjadi pionir dalam menata persoalan garam melalui Raperda yang akan disusun,” imbuhnya.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Musthofa mengatakan, DPRD Jawa Timur menjadi inisiator lahirnya Raperda tentang perlindungan petani garam di Jawa Timur. Semangat dan tujuan yang akan dicapai, sama dengan tujuan petani, pengusaha lokal dan stakeholder garam di Jawa Timur. Oleh sebab itu, semua pihan butuh terus bersuara dan bergerak.

“Kalau kita tidak terus berteriak, khawatir pemerintah pusat telinganya tuli. DPRD Jawa Timur buka malaikat yang dengan mudah mengerjakan tugas yang sudah diembannya,” tegas Aliyadi.

Untuk itu, insan jurnalis di Pamekasan agar ikut bersama-sama menyuarakan persoalan garam karena daya dorong dan daya tekan media cukup kuat.

Tags: GaramGaram RakyatGudang GaramImpor GaramLahan GaramPT Garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version