• Terkini
  • Trending
  • Semua
630.000 Ton Garam Tidak Laku Dijual

630.000 Ton Garam Tidak Laku Dijual

7 tahun lalu
Ilustrasi Gemini Pinterest.

Kasus Pemerkosaan Anak di Pulau Raas Sumenep Mandeg Keluarga Korban Resah

13 jam lalu

Puluhan ASN, TNI, dan Petugas Pasar Bersihkan Pasar 17 Agustus Pamekasan

16 jam lalu

MBG Running Kembali Harga Sayur Meroket

19 jam lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

2 hari lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

2 hari lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

3 hari lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

3 hari lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

3 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

3 hari lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

3 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

3 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Juli 18, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa

630.000 Ton Garam Tidak Laku Dijual

Garam nasional kondisinya memprihatinkan. Stok melimpah, kualitas cukup bagus tapi tak laku dijual karena pemerintah lebih tertarik dengan impor.

oleh Hasbi Amrullah
10 Januari 2020
in Peristiwa
24 1
0
630.000 Ton Garam Tidak Laku Dijual
0
SHARES
254
VIEWS

MADURANET – Tahun 2019 petambak garam di seluruh nusantara merasakan pahitnya harga garam. Garam rakyat hanya dihargai Rp 150 ribu/ton. Meskipun sudah seharga itu, masih sulit untuk menemukan pembeli karena stok garam melimpah.

Mansuri, petambak garam asal Kabupaten Sampang mengeluh sulitnya penjualan garam dan anjloknya harga garam. Per ton harga garam sudah terjun ke Rp 150 ribu. Harga tersebut tidak cukup untuk mengembalikan modal karena harus dibagi dua dengan pemilik tambak dan ongkos angkut garam.

“Pokoknya hancur harga garam tahun ini. Ditambah lagi masih sulit mencari pasar,” terang Mansuri, Kamis (9/1/2020).

Karena harga anjlok, Mansuri memilih untuk menimbun dengan membuat gudang-gudang sementara dari bambu beratapkan plastik. Dirinya berharap, tahun 2020 ini ada perubahan harga garam rakyat.

Garam dalam negeri kondisinya memang mencengangkan. Temuan anggota DPR RI bahwa ada 630 ribu ton garam seluruh Indonesia yang tidak terjual. Garam tersebut ditampung di gudang hingga meluap karena gudang yang ada tidak cukup. Jumlah garam tersebut terdiri dari 450 ribu ton milik PT Garam di Madura dan Kupang, Nusa Tenggara Timur dan 180 ribu ton milik rakyat.

“Garam tersebut tidak terjual dari produksi selama tahun 2019 kemarin,” kata Achmad Baidawi, anggota Komisi VI DPR RI saat berada di Pamekasan.

Menurut Awiek, sapaan akrabnya, tidak lakunya garam tersebut karena pemerintah membuka kran impor garam dengan bebas tanpa melihat kondisi riil di lapangan. Pemerintah terkesan hanya mendengarkan suara pengusaha garam, daripada turun langsung ke lapangan. Garam lokal dianggap tidak memenuhi syarat sebagai garam industri, padahal cukup banyak garam rakyat dan milik PT Garam yang kandungan NaCl-nya mencapai 94 persen.

“Tahun ini impor garam harus dikendalikan jangan sampai melebihi 50 persen dari kebutuhan impor. Garam lokal harus diserap lebih awal sebelum memutuskan untuk impor,” ungkapnya.

Politisi PPP kelahiran Banyuwangi ini meminta kepada pemerintah agar membela rakyat dan PT Garam, bukan justru membela segelintir pengusaha garam yang tujuannya ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya, dengan mengabaikan produksi garam dalam negeri.

“Kalau pemerintah tidak membela rakyatnya sendiri lalu mau membela siapa. Impor garam ke depan harus super ketat,” tegasnya.

Tags: GaramGaram RakyatGudang GaramPT GaramPulau Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version