• Terkini
  • Trending
  • Semua
Bocah Pengamen Jalanan yang Meresahkan

Bocah Pengamen Jalanan yang Meresahkan

6 tahun lalu
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

3 jam lalu

Kronologi Dugaan Penipuan 1 Miliar Eks Anggota DPRD Sumenep

4 jam lalu

Mantan Anggota DPRD Sumenep Ditahan di Pamekasan, Diduga Gelapkan Rp 1 Miliar

7 jam lalu

Bupati Pamekasan Tinjau Pantai Jumiang, Siapkan Revitalisasi dengan Skema Kolaborasi

2 hari lalu
Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

2 hari lalu

BGN Tekankan Peran Daerah dan Kualitas Distribusi Program MBG di Madura

2 hari lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

4 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

4 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

4 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

4 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

5 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, April 18, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Bocah Pengamen Jalanan yang Meresahkan

Bocah-bocah pengamen di sejumlah traffic light di kota Pamekasan sudah meresahkan warga. Penampilannya yang kumuh, membuat warga terganggu.

oleh Hasbi Amrullah
4 Januari 2020
in Hukum, Peristiwa
13 0
0
Bocah Pengamen Jalanan yang Meresahkan
0
SHARES
132
VIEWS

MADURANET – Bocah-bocah kecil menghampiri beberapa kendaraan yang berhenti di traffic light Jl. Jokotole Pamekasan. Bermodal gitar mini, mereka menyanyikan beberapa lagu sambil berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Lagu yang dinyanyikan, terkadang pop Indonesia, dangdut bahkan lagu Dedy Kempot berbahasa Jawa, dengan ambyar mereka nyanyikan.

Dari beberapa lagu yang dinyanyikannya, mereka memungut uang receh dari tangan pengendara yang merasa iba. Tak menjadi jaminan, setiap pengendara roda empat, baik yang biasa-biasa hingga harganya di atas Rp 1 miliar, mau memberikan koin kepada mereka.

Terik mentari, gerimis hujan tidak mereka pedulikan demi uang receh. Dengan wajah kusut, sebagian dari mereka ada yang berkaos bau apek, celana compang-camping, rambut awut-awutan, bersandal jepit, berkalung rantai, bahkan ada yang bertato. Dengan uang receh, mereka seperti disumpal mulutnya untuk berbicara dengan orang lain.

“Adik tinggal dimana?” tanya Maduranet.

Tak satupun dari tiga bocah yang ditanyakan ada yang mau menjawab. Padahal, uang lima ribuan sudah dimasukkan ke dalam botol plastik yang mereka sodorkan kepada pengendara. Mereka cuek. Tak mau berkomunikasi dengan pengendara. Mereka terus asyik dengan lagu-lagu yang dinyanyikannya.

Setelah lampu menunjukkan warna hijau, satu persatu mereka berhamburan ke atas trotoar sambil menghindari laju kendaraan. Uang yang sudah dikumpulkan dari pengendara, mereka masukkan ke dalam kantong celananya. Baru mereka membakar rokok yang diambil dari kantong celana lainnya.

Biasanya, di pagi hari mereka belum beraksi di beberapa perempatan di dalam kota. Misalnya, di Jl. Jingga, Jl. Jokotole, Jl. Stadion, Jl. Diponegoro dan Jl. Trunojoyo. Di atas pukul 10.00 WIB, mereka mulai menempati jalan-jalan protokol tersebut. Beroperasinya, mulai siang sampai malam hari. Bahkan sampai pukul 22.30 WIB, mereka masih terlihat berkeliaran.

“Akhirnya risih juga melihat mereka ngamen di jalan setiap hari. Apalagi kelihatannya mereka kumuh dan jorok,” kata Nurul Arifin, salah satu tenaga honor Pemkab Pamekasan yang setiap hari wira-wiri di Jl. Jokotole, Sabtu (4/1/2020).

Menurut pribadi Nurul, setiap pengendara, khususnya roda dua, merasa tidak nyaman ketika tidak memberi. Ada tekanan batin yang seakan-akan memaksa untuk memberi kepada mereka.

“Kadang tatapan mereka itu sinis. Bagiku jadi tidak nyaman dan tidak mungkin setiap hari ngasih mereka uang karena itu tidak mendidik,” imbuhnya.

Dari mana asal mereka? Andy, warga Kelurahan Barurambat Timur saat ditanya terkesan menutupi asal para pengamen tersebut. Namun, asal mereka tidak jauh dari lokasi sekitar tempat mereka ngamen.

“Pastinya saya tidak tahu tempat tinggal mereka. Mungkin anak-anak sekitar lampu merah itu,” ujar Andy.

Sekitar awal bulan Mei, bocah-bocah pengamen di jalanan itu mulai “menyerbu” sejumlah jalan yang dipasang traffic light. Mereka tidak takut ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Bulan Desember 2019 kemarin, Satpol PP pernah melakukan razia di malam hari. Namun, bocah-bocah itu berhasil melarikan diri melewati gang-gang, dan lolos dari tangkapan Satpol PP.

Ainurrahman, Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Keberadaan pengamen jalanan itu, sudah cukup meresahkan.

“Sudah pernah kita coba untuk menertibkan. Tapi mereka kembali lagi,” ucap Ainurrahman.

Biasanya, di dalam kota ada pengamen yang berkeliling kampung, ke rumah-rumah warga di saat sore hari. Penampilan mereka terlihat rapi. Rambutnya klimis, pakaiannya bersih, alat musik yang dibawa tidak hanya gitar, tapi ada juga gendang dari pipa bekas dan tamborin dari bekas tutup botol minuman yang sudah dipipih. Mereka terlihat sangat komunikatif dengan warga. Bahkan terbilang cukup ramah. Sehingga, warga tidak enggan untuk memberikan uang receh kepada mereka.

Mereka berasal dari kecamatan pinggiran kota, seperti Kecamatan Tlanakan dan Kecamatan Proppo. Iim, salah satu pengamen yang mengaku berasal dari Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan bercerita jika pagi sampai siang masih sekolah. Bersama teman-temannya, sudah sepakat jika jadwal mengamen di sore hari sampai malam hari.

“Kami ngamen sambil cari duit dan hiburan agar tidak stres. Sudah senang masih dapat duit. Hasilnya, bagi rata,” terang Iim yang didampingi tiga temannya.

Ditanya soal bocah pengamen di jalanan, Iim mengaku tahu asal tempat tinggal mereka. Namun enggan untuk disebutkan di media. Alasannya, agar tidak ada ketersinggungan kepada pengamen jalanan.

“Kalau yang di jalanan, beda dengan kami yang ngamen ke kampung-kampung. Mereka ada kelompoknya sendiri-sendiri,” ungkap Iim.

Tags: anak jalananPamekasanPamekasan HebatPengamentraffic light
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version