• Terkini
  • Trending
  • Semua

Bakteri yang Ditemukan di Makanan MBG Tlanakan Hidup di Kotoran Hewan dan Manusia

8 bulan lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

20 jam lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

2 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

3 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

4 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

4 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Mei 31, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

Bakteri yang Ditemukan di Makanan MBG Tlanakan Hidup di Kotoran Hewan dan Manusia

E. coli adalah bakteri Gram negatif yang biasa ditemukan di usus manusia dan hewan. Bakteri tersebut hidup dalam kotoran hewan dan manusia

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
1 Oktober 2025
in Kesehatan
19 1
0

Gambar ilustrasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus (S. aureus) dari microscope.

0
SHARES
199
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, membuka tabir adanya bahaya serius dalam rantai penyediaan pangan. Kejadian yang menyebabkan 37 siswa keracunan tersebut diketahui mengandung bakteri yang biasa ditemukan di usus manusia dan hewan.

Hasil laboratorium yang dirilis Dinas Kesehatan dan disampaikan langsung oleh kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin, Kamis (25/9/2025), ditemukan dua jenis bakteri berbahaya. Makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus (S. aureus).

Dalam publikasi ilmiah yang ditulis Ardia Ramadhani, Susy Saadah, dan Sogandi di Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia, dijelaskan bahwa E. coli dan S. aureus bukanlah mikroba sepele.

Dalam jurnal dijelaskan, E. coli adalah bakteri Gram negatif yang biasa ditemukan di usus manusia dan hewan. Bakteri tersebut hidup dalam kotoran hewan dan manusia.

Dalam jumlah normal tidak berbahaya, namun strain patogeniknya bisa memicu diare parah, infeksi usus, hingga meningitis pada bayi.

Lebih lanjut, S. aureus merupakan bakteri Gram positif yang hidup di kulit dan mukosa manusia. Jika masuk ke tubuh lewat makanan atau luka, ia bisa memicu infeksi kulit, abses, pneumonia, sepsis, hingga meningitis. Beberapa strain bahkan sudah resisten antibiotik, membuat pengobatan semakin sulit.

Kombinasi keduanya di dalam makanan, apalagi dikonsumsi anak-anak, dapat berakibat fatal bila tidak ditangani segera.

Menyikapi hal ini, Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan (GMPK) DPC Pamekasan menilai, kasus ini sebagai bentuk kegagalan serius dalam pengawasan. Ketua GMPK, Muchtar Jibril, menegaskan bahwa keracunan ini tidak bisa dianggap sebagai kelalaian kecil.

“Kalau sampai ada E. coli yang biasanya ada di kotoran manusia dan hewan, ini bukti standar sanitasi tidak berjalan. Pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana besar, tapi pelaksanaan di bawah justru membahayakan anak-anak,” tegasnya, Rabu (1/10/2025).

Muchtar mendesak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Pamekasan segera melakukan audit menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG. Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan ahli gizi dan kesehatan masyarakat dalam pengawasan menu sebelum dibagikan ke siswa.

“Program ini jangan jadi formalitas belaka. Kalau hanya kejar laporan administrasi tapi kualitas makanan diabaikan, sama saja membunuh perlahan. GMPK akan terus mengawal agar kasus ini tidak berhenti di permintaan maaf,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, GMPK berkomitmen mengawal ketat program MBG di Pamekasan. Mereka bahkan menyiapkan hotline pengaduan masyarakat.

“Agar tidak ada lagi yang main-main, kami siap menerima laporan jika ditemukan hal yang janggal. Ini program Presiden, jangan sampai dicederai oleh kelalaian,” tambah Muchtar.

Tags: BakteriBGNDinkes PamekasanMBGProgram Presiden
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version