• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dinkes Pamekasan Stop Penggalangan Dana dari Staf Puskesmas

KLB Campak di Pamekasan Didominasi Anak Tak Diimunisasi

9 bulan lalu

Bupati Pamekasan Optimistis Persepam Melaju Mulus di Liga 4

9 jam lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

12 jam lalu

Korwil MBG Pamekasan Ingin Tuduhan Negatif Kepadanya Diproses Hukum Tuntas

13 jam lalu

Akademisi Soroti Rencana Pengembangan Proyek Lapangan Gas Paus Biru

15 jam lalu

Potensi Energi Melimpah, Madura Masih Dihadapkan pada Tantangan SDM dan Kesejahteraan

19 jam lalu

Pamekasan Tanam 370 Pohon di Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2026

2 hari lalu

Bea Cukai Sarankan Pengusaha Dalami Data terkait Tuntutan Tarif SKM III Khusus Madura

2 hari lalu

PT. POMI Paiton Dorong IBS PKMKK Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Kearifan Lokal

2 hari lalu

Tabrakan Dua Motor di Desa Trasak Pamekasan Tewaskan Dua Pemuda

3 hari lalu

Persepam Kunci Tiket 32 Besar Liga 4 Nasional Usai Tundukkan Persak Kebumen

3 hari lalu

Pengusaha Tembakau dan Rokok Madura Ingin Cukai SKM Golongan Tiga hanya di Madura Saja

3 hari lalu

Pemkab dan Pengusaha Rokok Pamekasan Rencana ke Jakarta Respon Pemberlakuan Cukai Kelas III

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Juni 7, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

KLB Campak di Pamekasan Didominasi Anak Tak Diimunisasi

Edukasi minim, penolakan tinggi, dan keterbatasan vaksin jadi tantangan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
8 September 2025
in Kesehatan
15 0
0
Dinkes Pamekasan Stop Penggalangan Dana dari Staf Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Syaifuddin.

0
SHARES
153
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Kasus campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memperlihatkan rapuhnya perlindungan imunisasi dasar di daerah. Dari 175 kasus positif campak hingga 7 September 2025, sebanyak 71 persen penderita tercatat tidak pernah diimunisasi.

Kondisi ini membuat Pamekasan masuk status kejadian luar biasa (KLB). Sebanyak 432 orang tercatat sebagai suspek, 175 di antaranya positif, dan 6 anak meninggal dunia. Mayoritas korban adalah anak di bawah usia lima tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr Saifudin, mengakui rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh penolakan masyarakat dan minimnya pemahaman soal vaksinasi.

”Masyarakat ada yang menolak atau banyak yang tidak paham tentang vaksinasi,” kata Saifudin kepada Maduranet, Senin (8/9/2025).

Meski demikian, ia menegaskan Dinkes tetap melakukan edukasi baik secara langsung maupun melalui tokoh masyarakat dan media lokal. Upaya ini diharapkan dapat menekan laju penolakan sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi.

Data Dinkes menunjukkan, capaian imunisasi campak di Pamekasan terus berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Tahun 2020 cakupan mencapai 85,50 persen, tetapi pada 2023 turun menjadi 79,52 persen. Pada 2025, hingga Agustus, cakupan terbaru 55,39 persen.

Di beberapa puskesmas, capaian bahkan di bawah 50 persen, seperti Panaguan (45,76 persen) dan Larangan Badung (48,32 persen). Kondisi ini berbanding lurus dengan tingginya kasus campak di wilayah tersebut. Panaguan, misalnya, mencatat 29 kasus positif, tertinggi di kabupaten.

Syarat resmi pemerintah untuk program imunisasi dasar sebenarnya sederhana: anak harus mendapat imunisasi campak (MR) minimal dua kali, yakni pada usia 9 bulan dan 2 tahun. Dosis tambahan diberikan saat anak masuk sekolah dasar.

Namun, di Pamekasan, aturan itu tidak terlaksana. Dari 175 kasus positif, 71 persen tidak pernah diimunisasi, 13 persen hanya mendapat imunisasi tidak lengkap, dan hanya 11 persen yang tercatat imunisasi lengkap.

Selain memperkuat edukasi, Dinas Kesehatan bersama puskesmas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di desa-desa dengan kasus tinggi. Program imunisasi kejar juga dijalankan hingga Desember 2025 untuk mengejar anak-anak yang belum mendapat dosis lengkap.

Saifudin menegaskan, upaya ini harus diiringi kesadaran masyarakat. ”Kami terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi. Semua anak harus mendapat imunisasi lengkap untuk mencegah kematian,” pungkasnya.

Tags: CampakDinas KesehatanimunisasiPamekasanVaksin
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version