• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dinkes Pamekasan Stop Penggalangan Dana dari Staf Puskesmas

KLB Campak di Pamekasan Didominasi Anak Tak Diimunisasi

11 bulan lalu

Dua SD di Pamekasan Raih Program Nasional Kemendikdasmen

11 jam lalu

AJP Gagas Pamekasan Cari Indentitas

1 hari lalu

Semua Fraksi DPRD Pamekasan Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025

1 hari lalu

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

1 hari lalu

Sumur Bor Pertanian di Pamekasan Keluarkan Gas hingga Semburkan Api saat Disulut Korek

2 hari lalu

15.000 Masyarakat Tutup Rangkaian Harkopnas ke-79 Jatim di Pamekasan

2 hari lalu

Tersangka Kasus Investasi Bodong BRI Pamekasan Rp 7,8 Miliar Diciduk Polisi

3 hari lalu

Dekopinda Persiapkan Kedatangan Gubernur dan Wagub Jatim di Penutupan Harkopnas

3 hari lalu

Bupati Kholilurrahman dan Achmad Syafii Bernostalgia di HUT Ke-85 SMPN 1 Pamekasan

4 hari lalu

DKP Pamekasan Bentuk Ruang Baru Seniman dan Generasi Z Berkarya

4 hari lalu

Menteri Koperasi Dorong Pembangunan SPBUN di Pamekasan, Pemkab Siap Permudah Perizinan

4 hari lalu

Bazar Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Ajang Promosi Identitas Gebang Salam. 

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juli 29, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

KLB Campak di Pamekasan Didominasi Anak Tak Diimunisasi

Edukasi minim, penolakan tinggi, dan keterbatasan vaksin jadi tantangan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
8 September 2025
in Kesehatan
15 0
0
Dinkes Pamekasan Stop Penggalangan Dana dari Staf Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Syaifuddin.

0
SHARES
154
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Kasus campak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memperlihatkan rapuhnya perlindungan imunisasi dasar di daerah. Dari 175 kasus positif campak hingga 7 September 2025, sebanyak 71 persen penderita tercatat tidak pernah diimunisasi.

Kondisi ini membuat Pamekasan masuk status kejadian luar biasa (KLB). Sebanyak 432 orang tercatat sebagai suspek, 175 di antaranya positif, dan 6 anak meninggal dunia. Mayoritas korban adalah anak di bawah usia lima tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr Saifudin, mengakui rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh penolakan masyarakat dan minimnya pemahaman soal vaksinasi.

”Masyarakat ada yang menolak atau banyak yang tidak paham tentang vaksinasi,” kata Saifudin kepada Maduranet, Senin (8/9/2025).

Meski demikian, ia menegaskan Dinkes tetap melakukan edukasi baik secara langsung maupun melalui tokoh masyarakat dan media lokal. Upaya ini diharapkan dapat menekan laju penolakan sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi.

Data Dinkes menunjukkan, capaian imunisasi campak di Pamekasan terus berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Tahun 2020 cakupan mencapai 85,50 persen, tetapi pada 2023 turun menjadi 79,52 persen. Pada 2025, hingga Agustus, cakupan terbaru 55,39 persen.

Di beberapa puskesmas, capaian bahkan di bawah 50 persen, seperti Panaguan (45,76 persen) dan Larangan Badung (48,32 persen). Kondisi ini berbanding lurus dengan tingginya kasus campak di wilayah tersebut. Panaguan, misalnya, mencatat 29 kasus positif, tertinggi di kabupaten.

Syarat resmi pemerintah untuk program imunisasi dasar sebenarnya sederhana: anak harus mendapat imunisasi campak (MR) minimal dua kali, yakni pada usia 9 bulan dan 2 tahun. Dosis tambahan diberikan saat anak masuk sekolah dasar.

Namun, di Pamekasan, aturan itu tidak terlaksana. Dari 175 kasus positif, 71 persen tidak pernah diimunisasi, 13 persen hanya mendapat imunisasi tidak lengkap, dan hanya 11 persen yang tercatat imunisasi lengkap.

Selain memperkuat edukasi, Dinas Kesehatan bersama puskesmas melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di desa-desa dengan kasus tinggi. Program imunisasi kejar juga dijalankan hingga Desember 2025 untuk mengejar anak-anak yang belum mendapat dosis lengkap.

Saifudin menegaskan, upaya ini harus diiringi kesadaran masyarakat. ”Kami terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi. Semua anak harus mendapat imunisasi lengkap untuk mencegah kematian,” pungkasnya.

Tags: CampakDinas KesehatanimunisasiPamekasanVaksin
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version