• Terkini
  • Trending
  • Semua
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

10 bulan lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

18 jam lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

2 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

3 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

4 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

4 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Mei 31, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Capaian Turun, Tapi Kasus Masih Ditemukan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
18 Agustus 2025
in Kesehatan
19 0
0
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar
0
SHARES
189
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Meski capaian kesehatan di Kabupaten Pamekasan menunjukkan perbaikan, angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani. Data yang dipaparkan Dinas Kesehatan Pamekasan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) 2025, Selasa (12/8/2025), mencatat hingga Juni 2025 sudah terjadi 5 kasus kematian ibu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa sejak dibentuknya Cluster Penakib pada 2023, angka kematian ibu sudah berada di bawah target nasional,

“Namun, tren kasus kematian masih perlu diwaspadai dan menjadi fokus perbaikan ke depan,“ ujarnya Senin (18/8/2025).

Data Dinas Kesehatan juga mencatat, kasus kematian bayi di tahun 2024 cukup tinggi dengan penyebab yang beragam.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) & prematuritas: 22 kasus

Asfiksia: 19 kasus

Kelainan kongenital: 5 kasus

Infeksi:1 kasus

Kelainan kardiovaskular: 3 kasus

Lain-lain: 11 kasus

Menurut Saifudin, penyebab utama kematian ibu masih didominasi eklampsia atau keracunan kehamilan serta perdarahan, sementara pada bayi disebabkan oleh BBLR, asfiksia, dan infeksi.

“Lahir dengan bantuan dukun masih ada meski jumlahnya sudah jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Dukun tidak boleh menolong persalinan, tapi bisa mendampingi setelah bayi lahir di bawah arahan bidan,” tegas Saifudin.

Kadinkes menegaskan, pihaknya terus melanjutkan dan memperkuat pola Clustering Penakib yang terbukti efektif menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Kami tetap berupaya dengan peningkatan sumber daya di fasilitas kesehatan agar dapat mencapai zero AKI dan AKB,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen semua fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di semua jenjang untuk mematuhi pelaksanaan klaster Penakib.

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Pamekasan, Munapik, menambahkan bahwa pihaknya akan terus ikut serta dalam pencegahan kasus kematian ibu dan bayi melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Setiap calon pengantin kami dorong menikah di usia 19 tahun agar benar-benar siap lahir batin. Selain itu, kami terus mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi ibu hamil, ikut program KB untuk mengatur jarak kelahiran, dan rutin memanfaatkan layanan Posyandu,” ujarnya.

Munapik juga menekankan bahwa upaya ini sekaligus bagian dari pencegahan stunting di Pamekasan.

Tags: AKBAKIDinkesDP3AP2KBPamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version