• Terkini
  • Trending
  • Semua
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

11 bulan lalu
Ilustrasi Gemini Pinterest.

Kasus Pemerkosaan Anak di Pulau Raas Sumenep Mandeg Keluarga Korban Resah

35 menit lalu

Puluhan ASN, TNI, dan Petugas Pasar Bersihkan Pasar 17 Agustus Pamekasan

4 jam lalu

MBG Running Kembali Harga Sayur Meroket

7 jam lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

1 hari lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

1 hari lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

2 hari lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

2 hari lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

2 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

2 hari lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

2 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

3 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 17, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Capaian Turun, Tapi Kasus Masih Ditemukan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
18 Agustus 2025
in Kesehatan
19 0
0
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar
0
SHARES
189
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Meski capaian kesehatan di Kabupaten Pamekasan menunjukkan perbaikan, angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani. Data yang dipaparkan Dinas Kesehatan Pamekasan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) 2025, Selasa (12/8/2025), mencatat hingga Juni 2025 sudah terjadi 5 kasus kematian ibu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa sejak dibentuknya Cluster Penakib pada 2023, angka kematian ibu sudah berada di bawah target nasional,

“Namun, tren kasus kematian masih perlu diwaspadai dan menjadi fokus perbaikan ke depan,“ ujarnya Senin (18/8/2025).

Data Dinas Kesehatan juga mencatat, kasus kematian bayi di tahun 2024 cukup tinggi dengan penyebab yang beragam.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) & prematuritas: 22 kasus

Asfiksia: 19 kasus

Kelainan kongenital: 5 kasus

Infeksi:1 kasus

Kelainan kardiovaskular: 3 kasus

Lain-lain: 11 kasus

Menurut Saifudin, penyebab utama kematian ibu masih didominasi eklampsia atau keracunan kehamilan serta perdarahan, sementara pada bayi disebabkan oleh BBLR, asfiksia, dan infeksi.

“Lahir dengan bantuan dukun masih ada meski jumlahnya sudah jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Dukun tidak boleh menolong persalinan, tapi bisa mendampingi setelah bayi lahir di bawah arahan bidan,” tegas Saifudin.

Kadinkes menegaskan, pihaknya terus melanjutkan dan memperkuat pola Clustering Penakib yang terbukti efektif menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Kami tetap berupaya dengan peningkatan sumber daya di fasilitas kesehatan agar dapat mencapai zero AKI dan AKB,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen semua fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di semua jenjang untuk mematuhi pelaksanaan klaster Penakib.

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Pamekasan, Munapik, menambahkan bahwa pihaknya akan terus ikut serta dalam pencegahan kasus kematian ibu dan bayi melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Setiap calon pengantin kami dorong menikah di usia 19 tahun agar benar-benar siap lahir batin. Selain itu, kami terus mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi ibu hamil, ikut program KB untuk mengatur jarak kelahiran, dan rutin memanfaatkan layanan Posyandu,” ujarnya.

Munapik juga menekankan bahwa upaya ini sekaligus bagian dari pencegahan stunting di Pamekasan.

Tags: AKBAKIDinkesDP3AP2KBPamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version