• Terkini
  • Trending
  • Semua
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

8 bulan lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

1 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

1 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

2 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

2 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

2 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

2 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

3 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

3 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

4 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

4 hari lalu
Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

4 hari lalu

Jemaah Calon Haji Pamekasan 2026 Berangkat Sesuai Jadwal

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Gaya Kesehatan

Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar

Capaian Turun, Tapi Kasus Masih Ditemukan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
18 Agustus 2025
in Kesehatan
18 1
0
Kematian Ibu dan Bayi di Pamekasan Masih Jadi PR Besar
0
SHARES
188
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Meski capaian kesehatan di Kabupaten Pamekasan menunjukkan perbaikan, angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani. Data yang dipaparkan Dinas Kesehatan Pamekasan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) 2025, Selasa (12/8/2025), mencatat hingga Juni 2025 sudah terjadi 5 kasus kematian ibu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa sejak dibentuknya Cluster Penakib pada 2023, angka kematian ibu sudah berada di bawah target nasional,

“Namun, tren kasus kematian masih perlu diwaspadai dan menjadi fokus perbaikan ke depan,“ ujarnya Senin (18/8/2025).

Data Dinas Kesehatan juga mencatat, kasus kematian bayi di tahun 2024 cukup tinggi dengan penyebab yang beragam.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) & prematuritas: 22 kasus

Asfiksia: 19 kasus

Kelainan kongenital: 5 kasus

Infeksi:1 kasus

Kelainan kardiovaskular: 3 kasus

Lain-lain: 11 kasus

Menurut Saifudin, penyebab utama kematian ibu masih didominasi eklampsia atau keracunan kehamilan serta perdarahan, sementara pada bayi disebabkan oleh BBLR, asfiksia, dan infeksi.

“Lahir dengan bantuan dukun masih ada meski jumlahnya sudah jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Dukun tidak boleh menolong persalinan, tapi bisa mendampingi setelah bayi lahir di bawah arahan bidan,” tegas Saifudin.

Kadinkes menegaskan, pihaknya terus melanjutkan dan memperkuat pola Clustering Penakib yang terbukti efektif menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Kami tetap berupaya dengan peningkatan sumber daya di fasilitas kesehatan agar dapat mencapai zero AKI dan AKB,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen semua fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di semua jenjang untuk mematuhi pelaksanaan klaster Penakib.

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupa (DP3AP2KB) Pamekasan, Munapik, menambahkan bahwa pihaknya akan terus ikut serta dalam pencegahan kasus kematian ibu dan bayi melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Setiap calon pengantin kami dorong menikah di usia 19 tahun agar benar-benar siap lahir batin. Selain itu, kami terus mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi ibu hamil, ikut program KB untuk mengatur jarak kelahiran, dan rutin memanfaatkan layanan Posyandu,” ujarnya.

Munapik juga menekankan bahwa upaya ini sekaligus bagian dari pencegahan stunting di Pamekasan.

Tags: AKBAKIDinkesDP3AP2KBPamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version