PAMEKASAN, MADURANET – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80, para penjual pernak-pernik Agustusan, tidak hanya menjual bendara merah putih saja, namun juga ada bendera negara Palestina. Bendera Palestina menghiasi beberapa penjual pernak-pernih yang sudah memadati sejumlah jalan protocol di Kabupaten Pamekasan.
Salah satu penjual pernak-pernik agustusan asal Jawa Barat, Maman menjelaskan, penjualan bendera negara Palestina karena banyak yang bertanya di tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, tahun ini dirinya juga menyiapkan bendera negara Palestina.
“Baru tahun ini kami mulai menyiapkan bendera Palestina. Sebelumnya hanya merah putih karena memang perayaan HUT RI, bukan HUT Palestina,” kata Maman yang mangkal di Jalan Jokotole ini, Kamis (31/7/2025).
Pria kelahiran Cirebon ini menambahkan, selama sepekan mulai berjualan di Kabupaten Pamekasan, belum ada satupun yang membeli bendera Palestina. Namun demikian, pihkanya tetap memajangnya agar masyarakat yang butuh, bisa langsung membelinya.

“Laku tidak laku, tetap kami pajang. Siapa tahu ada yang butuh tinggal kami jual,” imbuhnya.
Bendera Palestina di lapak Maman, tersedia berbagai ukuran. Bahkan ada yang ukuran mini sebagai hiasan di dalam mobil atau untuk dipasang di motor ataupun kendaraan lainnya.
“Ada bendera Palestina dan merah putih ukuran 120×180 cm, 100×150 cm, 30×45 cm kami siapkan. Bahkan ada ukuran 10×15 cm juga kami jual,” ungkapnya.
Maman sendiri sudah 10 tahun berjualan di Pamekasan. Selama 10 tahun, ada masa dimana penghasilannya durun drastis. Tepatnya di tahun 2021 karena disebabkan pandemi covid-19. Tahun ini, gairah masyarakat untuk membeli pernak-pernik Agustus menurun tajam.
“Kalau ingat masa pandemi, jangankan bicara untung, balik modal saja sudak cukup,” tegasnya.
Para penjual pernak-pernik Agustusan di Pamekasan, sebagian besar teman-teman sekampung Maman. Mereka saling berbagi bahan di saat yang lain kehabisan bahan karena jualannya laris.
“Kami sama-sama merantau. Kalau rejeki kita lagi banyak, maka ikut ambil barang punya teman yang lain agar barang mereka sama-sama terjual,” kata pria paruh baya ini.













