• Terkini
  • Trending
  • Semua
Pengrajin Batik Pamekasan Minta Dikasihani Pemerintah

Pengrajin Batik Pamekasan Minta Dikasihani Pemerintah

10 bulan lalu

Bupati Pamekasan Bangga Pelantikan PCNU Digelar di Pesantrennya

2 jam lalu

Ulama BASSRA dan Aktivis Mahasiswa Soroti Zona Merah Narkoba di Pamekasan

12 jam lalu
Menteri Dikdasmen Akan Hadiri Peringatan Puncak Hardiknas di Pamekasan

Menteri Dikdasmen Akan Hadiri Peringatan Puncak Hardiknas di Pamekasan

14 jam lalu
SMK Kesehatan Pamekasan Disegel Siswa Histeris Lari Lompat Pagar

SMK Kesehatan Pamekasan Disegel Siswa Histeris Lari Lompat Pagar

1 hari lalu
Ketua Bidang Advokasi & Eksternal Kelembagaan PC PMII Pamekasan, Moh. Mohtar Rosid.

Nalar Kritis Tambang Ilegal Pamekasan dan Dosa Ekologi

1 hari lalu

PMII Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Sampang soal Penundaan Eksekusi Lahan

1 hari lalu
Bawaslu Pamekasan Safari ke Kantor Parpol

Bawaslu Pamekasan Safari ke Kantor Parpol

1 hari lalu
APTI Imbau Petani Tidak Panik Isu Stok Tembakau Penuh

KEK Tembakau Sulit Terwujud di Madura

1 hari lalu

Kabur ke NTB Pelaku Pencurian Emas di Toko Jakarta Diringkus Polisi

2 hari lalu

Ulama dan Pemuda Desak Polres Pamekasan Tangkap Bandar Narkoba

2 hari lalu

Parkir Liar Semakin Marak Dishub Akan Lapor Pimpinan

2 hari lalu

Mahasiswa PBA UIN Madura Belajar Pembuatan Kamus

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Mei 15, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Pengrajin Batik Pamekasan Minta Dikasihani Pemerintah

Pengrajin batik minim akses pelatihan, permodalan dan akses pemasaran selama 10 tahun terakhir

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
19 Juli 2025
in Budaya
22 1
0
Pengrajin Batik Pamekasan Minta Dikasihani Pemerintah

Finalis Putera Batik Jawa Timur 2025, Muaddibunnas mengunjungi sentra batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (19/7/2025)

0
SHARES
234
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Finalis Putera Puteri Batik Jawa Timur 2025 asal Madura, Muaddibunnas atau yang akrab disapa Adib, mengunjungi sentra batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (19/7/2025).

Kunjungan ini menjadi ruang bagi para pengrajin batik untuk menyuarakan berbagai keluhan yang selama ini nyaris luput dari perhatian pemerintah.

Adib, yang juga dinobatkan sebagai Winner Potra Batik Madura, mengaku sengaja datang untuk mendengar langsung aspirasi para pembatik.

“Saya datang ke sini untuk merawat warisan budaya dan memastikan suara para pengrajin sampai ke tingkat provinsi. Mereka punya harapan besar pada saya selama menjabat sebagai duta batik,” ujarnya.

Namun, kunjungan ini tak sekadar seremonial. Dari balik warna-warna cerah batik khas Klampar, terselip keluhan dan keresahan mendalam dari pelaku industri rumahan yang selama ini bertahan dengan alat produksi minim dan kondisi lingkungan yang memprihatinkan.

Menurut Adib, beberapa pengrajin bahkan terpaksa mencuci batik di sungai akibat tidak adanya fasilitas pencucian yang layak. Hal ini tak hanya berdampak pada kualitas produksi, tetapi juga mengancam ekosistem sungai.

“Bayangkan, mereka masih mencuci batik di sungai. Akibatnya air sungai berubah warna menjadi merah. Ini sangat disayangkan karena selain merusak lingkungan, itu juga cerminan betapa rendahnya perhatian pemerintah,” terang Adib.

Ia juga menyampaikan keluhan dari salah satu pengrajin, Ibu Kus, yang merasa keberadaan batik Pamekasan kurang mendapat tempat dalam berbagai event budaya resmi.

“Batik dari kabupaten sebelah sering dieksplor lewat event-event pemerintah, sementara kami seolah dianaktirikan,” katanya.

Adib menegaskan, para pengrajin merasa kurang difasilitasi, terutama sejak masa pemerintahan sebelumnya. Minimnya akses pada pelatihan, alat produksi, hingga pemasaran menjadi hambatan serius yang tak kunjung mendapat solusi.

“Ini ironis, mengingat Pamekasan dikenal sebagai kota batik. Tapi pembatiknya dibiarkan berjuang sendiri. Harusnya ada kebijakan afirmatif untuk mendukung industri ini,” ujarnya.

Sebagai Duta Batik Jatim, Adib berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat provinsi, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih serius antara pengrajin, Pemkab, dan pemerintah provinsi. Ia juga menyerukan agar pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan lewat langkah konkret di lapangan.

“Batik bukan sekadar motif, tapi identitas dan warisan. Jika tak dijaga, bukan hanya budaya yang hilang, tapi juga kesejahteraan rakyat kecil yang terancam,” tegasnya.

Tags: Batik KlamparDuta BatikPamekasan Kota BatikPemkab PamekasanSentra Batik
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version