• Terkini
  • Trending
  • Semua

PMII Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Sampang soal Penundaan Eksekusi Lahan

4 minggu lalu
Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

3 jam lalu
Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi

Petani Garam Minta HPP Garam Rp 1.700 Per Kilo

6 jam lalu

Bupati Sebut Pamekasan Economic Fest Jadi Model Kolaborasi Penggerak Ekonomi Masyarakat

10 jam lalu

Penyaluran Bantuan Pangan di Sumenep Capai 39,73 Persen, Bulog Kejar Sisa Target 200 Ribu Penerima

15 jam lalu

Pamekasan Raih Penghargaan dari BKN Terkait Digitalisasi Sistem Merit ASN

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Akan Ajukan Perda Halal-Tourism

2 hari lalu

Pamekasan Targetkan Produksi Tembakau Berkualitas di Musim 2026

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Dorong Pantai Jumiang Jadi Destinasi Wisata Halal dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

2 hari lalu

Harga Beras dan Minyak Goreng di Pasar Kolpajung Ditemukan HET

3 hari lalu

Sebanyak 1.174 KK di Desa Ambat Tlanakan Terima Bantuan Pangan Bulog

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Optimistis Persepam Melaju Mulus di Liga 4

4 hari lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juni 10, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

PMII Jatim Desak Kapolda Copot Kapolres Sampang soal Penundaan Eksekusi Lahan

PKC PMII menilai penundaan eksekusi akibat ancaman massa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Madura

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
14 Mei 2026
in Hukum, Peristiwa
10 0
0

Sekretaris PKC PMII Jawa Timur, Abdur Razak. (Dokumen PKC Jatim)

0
SHARES
102
VIEWS

SAMPANG, MADURANET – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mendesak Kapolda Jawa Timur mengevaluasi kinerja Kapolres Sampang menyusul polemik penundaan eksekusi lahan dan bangunan di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang.

Bahkan, PKC PMII Jatim meminta pencopotan Kapolres Sampang apabila dinilai tidak mampu mengamankan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Sekretaris PKC PMII Jawa Timur, Abdur Razak, menilai penundaan eksekusi akibat adanya ancaman pengerahan massa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.

“Sangat ironis jika institusi kepolisian yang memiliki instrumen pengamanan lengkap justru ciut nyali hanya karena ancaman pengerahan massa,” kata Razak, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, ancaman chaos yang diterima intelijen seharusnya direspons dengan langkah pengamanan dan tindakan preventif, bukan justru menjadi alasan penundaan eksekusi.

“Jika setiap eksekusi bisa digagalkan dengan ancaman massa, lalu untuk apa ada pengadilan?” ujarnya.

Razak menilai penundaan eksekusi Perkara Perdata Nomor 1/Pdt.Eks/2024/PN.Spg atas Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2165 atas nama H Umar Faruk menunjukkan lemahnya komitmen aparat dalam menjaga marwah institusi peradilan.

Karena itu, ia meminta Kapolda Jawa Timur turun tangan langsung menangani persoalan tersebut.

“Kami mendesak Kapolda Jatim untuk segera mencopot Kapolres Sampang. Kami butuh pemimpin kepolisian yang tegas dan tidak kompromi dengan tekanan kelompok tertentu yang mencoba menghalangi hukum,” ucapnya.

Razak juga mengkritik hasil rapat koordinasi di Pengadilan Negeri Sampang pada Selasa (12/5/2026) yang berujung pada pertimbangan penundaan eksekusi.

Menurut dia, rapat tersebut seharusnya membahas strategi pengamanan teknis agar pelaksanaan eksekusi pada 20 Mei 2026 dapat berjalan lancar.

“Kalau sekadar ancaman massa saja membuat aparat ragu, maka kepercayaan publik terhadap Polri sebagai penegak hukum akan runtuh,” katanya.

Pihaknya menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Mereka juga berencana mengirim surat resmi ke Mapolda Jawa Timur apabila penundaan eksekusi terus berlanjut.

“Kami tidak punya kepentingan terhadap subjek hukumnya, tetapi kami punya kepentingan terhadap tegaknya hukum di Jawa Timur,” pungkas Razak.

Tags: Copot Kapolres SampangPenundaan Eksekusi LahanPKC PMII JatimPolres SampangSampang
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version