PAMEKASAN, MADURANET – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pamekasan memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah mendekati 100 persen dan dipastikan sesuai jadwal.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim menyatakan, kesiapan tersebut sudah mencakup aspek administrasi, kesehatan, hingga logistik jamaah.
“Secara umum kesiapan sudah hampir 100 persen, baik di tingkat pusat maupun daerah. Di Pamekasan sendiri sudah tinggal pelepasan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (11/4/2026).
Dari sisi administrasi, lanjut dia, dokumen perjalanan seperti paspor dan visa jamaah disebut hampir seluruhnya telah terbit. Sementara itu, aspek kesehatan diperketat melalui proses skrining, khususnya bagi jamaah berisiko tinggi, serta penguatan layanan haji ramah lansia.
“Adapun dari sisi logistik, kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan transportasi telah disiapkan secara terintegrasi dengan sistem nasional,” jelasnya.
Di tingkat daerah, kata dia, di Kabupaten Pamekasan hanya tersisa hanya proses pelepasan dan pemberangkatan jamaah menuju embarkasi. Tahun ini, kata dia, jumlah jamaah haji tercatat sebanyak 1.384 orang untuk wilayah setempat.
Tapi masih terdapat sejumlah kemungkinan dan kewaspadaan, lanjut dia, terutama terkait kesiapan mental jamaah di tengah dinamika isu global serta potensi perubahan teknis penerbangan.
“Namun secara umum tidak ada kendala signifikan menjelang keberangkatan,” katanya.
Pihaknya juga menyiapkan langkah mitigasi berlapis menyusul situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Salah satunya melalui penyesuaian rute penerbangan ke jalur yang lebih aman. Selain itu, pemantauan situasi geopolitik dilakukan secara real-time, disertai koordinasi diplomatik internasional serta penguatan sistem perlindungan jamaah.
Ia menambahkan, otoritas Arab Saudi telah memastikan bahwa wilayah Makkah dan Madinah tetap aman untuk pelaksanaan ibadah haji.
“Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan maskapai penerbangan dan otoritas penerbangan Arab Saudi. Dalam kondisi tertentu, rute penerbangan dimungkinkan memutar atau dilakukan transit teknis untuk memastikan keamanan perjalanan,” papar dia.
Pihaknya menegaskan, semua langkah ini dilakukan untuk memastikan jamaah tetap aman meskipun situasi kawasan tersebut sifatnya dinamis.
Terkait jadwal, jelas Halim, pemberangkatan jamaah haji tetap direncanakan mulai 22 April 2026. Pemerintah juga memastikan tidak ada perubahan biaya bagi jamaah.
“Kebijakan bersifat adaptif, tetapi jadwal tetap on schedule,” kata dia.
Ia mengimbau seluruh calon jamaah agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang berkembang. Jamaah juga diminta fokus pada ibadah serta menjaga kondisi fisik dan mental.
“Keselamatan jamaah adalah prioritas. Ikuti arahan petugas dan jaga kebersamaan,” pungkasnya.













