PAMEKASAN, MADURANET – Barisan siswa bergerak menyusuri jalanan Kota Pamekasan, Rabu pagi, (12/8/2026). Sebanyak 63 regu mengikuti Lomba Gerak Jalan Tingkat Sekolah Dasar, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, lomba gerak jalan bukan sekadar perlombaan untuk menentukan pemenang. Menurut dia, kegiatan itu menjadi bagian dari pendidikan karakter anak.
“Yang paling penting bukan hanya menjadi juara, tetapi belajar bekerja sama, saling menghargai, mematuhi aturan, dan menjunjung sportivitas,” kata Kholilurrahman.
Ia mengatakan, keselarasan langkah dalam barisan merupakan gambaran sederhana, tentang pentingnya kebersamaan. Menurut dia, keberhasilan akan lebih mudah dicapai, jika setiap orang bergerak menuju tujuan yang sama.
Kholilurrahman juga menilai, gerak jalan dapat melatih ketahanan fisik anak, sekaligus menanamkan nasionalisme. Pendidikan semacam itu, kata dia, penting untuk menyiapkan generasi, yang akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.
Baginya, barisan anak-anak yang berjalan serempak itu, bukan semata tontonan peringatan kemerdekaan. Di dalamnya terdapat latihan sederhana, untuk belajar mengikuti aturan, menahan diri, menghargai rekan satu regu, dan bergerak dalam satu irama.
Kholilurrahman berharap, nilai tersebut terbawa ke ruang kelas dan kehidupan sehari-hari. Sebab, menurut dia, generasi yang disiapkan menuju 2045 bukan hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan bekerja bersama.
Ia mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama Pamekasan, panitia, kepala sekolah, guru pendamping, orang tua, serta para siswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Fatimatus Zahrah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 63 regu yang terdiri atas 32 regu putri dan 31 regu putra.
“Lomba ini untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, nasionalisme, sekaligus pola hidup sehat sejak usia dini,” ujar Fatimatus.
Peserta memulai perjalanan dari kawasan Monumen Arek Lancor. Mereka kemudian melintasi Jalan Trunojoyo, Jalan Abdul Aziz, Jalan Segara, dan Jalan Diponegoro sebelum kembali menuju kawasan Arek Lancor sebagai titik akhir.













