PAMEKASAN, MADURANET — Masa tunggu ibadah haji di Kabupaten Pamekasan terus mengular. Saat ini, estimasi antrean haji mencapai 26 tahun, dengan rata-rata usia jamaah yang berangkat berada di kisaran 60 tahun.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pamekasan, Abdul Halim, saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (30/12/2025).
“Setiap tahun jumlah pendaftar haji di Pamekasan mencapai 2.519 orang. Dengan kuota yang terbatas, masa tunggunya sekarang sekitar 26 tahun,” kata Halim.
Meski antrean panjang, Halim menegaskan bahwa pendaftar usia muda tidak diperlakukan berbeda dalam sistem kuota haji.
“Semua sama prinsipnya first come first service. Jadi tidak benar kalau dibilang usia muda semakin sulit. Selama mendaftarnya lebih awal, peluangnya tetap ada,” ujarnya.
Namun demikian, panjangnya masa tunggu membuat sebagian calon jamaah memilih menunda atau membatalkan keberangkatan.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pamekasan mencatat 251 calon jamaah haji mengajukan pembatalan keberangkatan.
Selain itu, terdapat empat calon jamaah yang meninggal dunia sebelum sempat diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Pembatalan itu berbagai faktor, ada karena kondisi kesehatan, ekonomi, maupun alasan keluarga. Sementara yang meninggal sebelum berangkat ada empat orang,” jelas Abd Halim.
Menghadapi masa tunggu yang panjang, Abd Halim mengimbau masyarakat yang baru mendaftar haji untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dan menyiapkan kesabaran, mengingat ibadah haji merupakan perjalanan spiritual jangka panjang.
“Masa tunggu ini seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperdalam pemahaman manasik,” katanya.
Selain itu, dirinya mengimbau, calon jamaah untuk menjaga kesehatan sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga dan memperbarui dokumen, serta hanya mengikuti informasi dari kanal resmi Kemenag agar terhindar dari hoaks atau tawaran jalur cepat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Masa tunggu haji bukan waktu yang sia-sia. Justru ini kesempatan berharga untuk belajar manasik, memahami rukun dan wajib haji, serta melatih kesabaran dan kedisiplinan,” tutur Abd Halim.
Ia berharap seluruh calon jamaah diberikan kesehatan, umur panjang, dan kemudahan, hingga kelak dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan meraih predikat haji mabrur.













