• Terkini
  • Trending
  • Semua

Budaya Madura, Arab, dan China Melebur di Malam Puncak Hari Jadi Pamekasan

1 jam lalu

Malam Ini 6.000 Porsi Masakan Madura Arab dan China Gratis di Arek Lancor

14 jam lalu

Santri Padepokan Kiyai Mudrikah Borong 25 Juara Silat Bupati Cup 2026

14 jam lalu

Bupati Pamekasan Raih Dua Penghargaan Wilwatikta Award 2026

15 jam lalu

Lantik Pejabat Administrator, Bupati Pamekasan Tekankan Pengawasan dan Pelayanan Publik

18 jam lalu

Sembilan Pejabat Administrator Pamekasan Dilantik, Lima Ditempatkan di Inspektorat

19 jam lalu

24 Santri MTs Kyai Mudrikah Ikuti I’lan Al-Qur’an, Hafalan Capai 12 Juz

2 hari lalu

Injak Al Quran Pensiunan Guru di Pamekasan Jadi Tersangka

3 hari lalu

Krisis Solar di Pamekasan Picu Kenaikan Harga

3 hari lalu

Pemilik Warung Nasi di Pamekasan Kecewa PT KAI, Penutupan Tanpa Berita Acara

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Akan Arahkan Pengusaha Hiburan Agar Patuh Aturan

4 hari lalu
Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

4 hari lalu

Kasus Dugaan Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan Naik ke Penyidikan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, November 3, 2026
27 °c
Pamekasan
30 ° Rab
30 ° Kam
30 ° Jum
29 ° Sab
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Advertorial

Budaya Madura, Arab, dan China Melebur di Malam Puncak Hari Jadi Pamekasan

Founder Barisan Peduli (BIP) itu mengajak masyarakat menjaga kerukunan melalui semangat persaudaraan dan berlomba dalam kebaikan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
3 November 2026
in Advertorial
10 0
0

Bupati Pamekasan Kholilurrahman dan Wabub Sukrianto, bersama Ketua DPRD Pamekasan saat foto dengan Founder BIP Bang Ali.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Perpaduan budaya Madura, Arab, dan China, melebur di malam perayaan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan, menjadi simbol keberagaman dalam memperkuat persaudaraan masyarakat.

Agenda yang mementaskan musik Daul dan tari tradisional Pamekasan hingga barongsai, tontonan khas China tersebut, berhasil menyita waktu ribuan masyarakat yang memadati kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam.

Tidak hanya itu, perpaduan dari tiga budaya tersebut juga tersaji pada menu makanan khas masing-masing sebanyak 6.000 porsi.

Turut memeriahkan moment tersebut, Founder Bani Insan Peduli (Bashra BIP), Ali Zainal Abidin, mengatakan, keberagaman budaya yang ditampilkan dalam acara Malam Kemilau Madura, mencerminkan semangat kebersamaan yang perlu terus dijaga.

“Penggabungan tradisi Madura, Arab, dan China malam ini, dinyatakan dengan ukhuwah Islamiyah untuk mempererat persaudaraan kita,” kata Ali dalam sambutannya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan, sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran ayat 103, yakni berpegang teguh pada tali Allah, dan tidak bercerai-berai. Menurut dia, perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.

Ali turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mengedepankan semangat fastabiqul khairat, atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pamekasan Kholilurrahman atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat tersebut.

”Saya sampaikan apresiasi pada Bupati Pamekasan, selamat hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 496,” ucap Ali.

Sejalan dengan pesan itu, Bupati Kholilurrahman dalam kesempatan yang sama, menekankan pentingnya menjaga keberagaman, sekaligus merawat identitas budaya Pamekasan.

Dia juga mengajak masyarakat menjadikan capaian daerah sebagai hasil kerja bersama, bukan keberhasilan pemerintah semata.

”Kontribusi warga sebagai lilin-lilin kecil yang menerangi desa, dan ikut mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.

Tidak lupa, Kholilurrahman juga mengingatkan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya Madura. Dia meminta penggunaan bahasa daerah dibiasakan kembali, termasuk melalui rencana satu hari khusus berbahasa Madura di lingkungan pemerintahan, serta penguatan pendidikan budaya lokal sejak dini.

Tags: Bang AliBashra BIPDisporapar PamekasanHari Jadi PamekasanMalam Kemilau MaduraMonumen Arek Lancor
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Go to mobile version