PAMEKASAN, MADURANET – Santri MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Pamekasan, meraih 25 gelar juara, dalam ajang Bupati Cup Open Championship 2026. Mereka berhasil membawa pulang gelar, juara I, II, dan III dari sejumlah kategori pertandingan pencak silat.
Kejuaraan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November di GOR Nyalaran, Kowel, Pamekasan itu, digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan.
Pada kategori pra-remaja putra, Maulana Atikul Akbar meraih dua gelar juara I sekaligus, yakni nomor Tunggal IPSI dan Solo Kreatif. Juara I Tanding Pra-Remaja Putra diraih Ahmad Ghazlan Azami, Tri Oktafyan Wimarta Putra, Moh. Rizki Wahyudi, dan Junior Raka Pratama. Sementara Launufar Zakir Ar Rozak, Aditya Duwi Putra, dan Moh. Hasbi Assiddiqi meraih juara II, sedangkan Mohammad Faidur Rohman memperoleh juara III.
Di kategori pra-remaja putri, tujuh santri meraih juara II nomor tanding, yakni Nindya Zalfa, Lubi Qiromah, Qonitatul Maghfiroh, Devi Aprilia Putri, Riza Firnanda, Imelda Azila Sari Arifin, dan Siti Novita Syaqila. Empat santri lainnya, yaitu Regina Madina Najwa, Zivana Illien En-Najah, Amira Calista Belqis, dan Al-Finsya Septiana Intan Sari, memperoleh juara III. Adapun Eriasa Sastri meraih juara III Tanding Remaja Putri.
Prestasi juga diraih pada kategori remaja putra. Arief Rohman Hakim memperoleh juara III nomor tanding, sedangkan Ilham Alaikal Maghrobi dan Isyraf Rizqullah Afroza meraih juara I Seni Ganda Remaja Putra.
Direktur Utama Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para santri.
”Raihan ini menunjukkan bahwa, pendidikan pesantren juga memberikan ruang bagi peserta didik, untuk mengembangkan kemampuan olahraga dan seni bela diri,” ungkapnya, Senin (2/11/2026).
Muhlis menilai, capaian tersebut semakin berarti karena sebagian besar santri peraih juara juga memiliki kemampuan keagamaan, seperti hafalan Al-Qur’an sebanyak dua hingga lima juz dan penguasaan kitab kuning.
Menurut dia, kemampuan akademik dan keagamaan dapat berkembang beriringan dengan prestasi olahraga, apabila didukung kedisiplinan dan kesungguhan dalam berlatih.
”Hal ini penting, karena pencak silat mengajarkan nilai pengendalian diri, keberanian, ketekunan, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan pesantren, yang menempatkan adab dan tanggung jawab, sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter santri,” kata Guru Besar Sosiologi Pendidikan IsIam tersebut.
Melalui capaian 25 gelar tersebut, pihaknya berharap, para santri terus mengembangkan potensi dan meningkatkan kemampuan diri.
”Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi lembaga, untuk mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga keterampilan, ketangguhan mental, dan kemampuan bersaing,” pungkas dia.













