PAMEKASAN, MADURANET – Ribuan peserta memeriahkan Pawai Taaruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di depan Masjid Agung Asy-Syuhada, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di jantung kota Pamekasan itu diikuti sebanyak 1.843 peserta yang terdiri dari siswa-siswi berbagai jenjang pendidikan dari seluruh wilayah Kabupaten Pamekasan. Selain menjadi agenda peringatan tahun baru Islam, pawai tersebut juga dikemas sebagai ajang unjuk kreativitas pelajar.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang hadir membuka langsung kegiatan itu mengatakan, peringatan 1 Muharram harus menjadi momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah pawai ini diikuti sebanyak 1.843 orang, dengan harapan semakin memantapkan kita dalam pengamalan syariat Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah,” kata Kholilurrahman saat memberikan sambutan.
Menurut dia, peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat atas beratnya perjuangan dakwah Islam yang diwariskan Nabi Muhammad SAW kepada umat hingga saat ini.
“Peringatan 1 Muharram ini sebagai pengingat untuk kita, bahwa Islam sampai kepada kita dengan perjuangan yang sangat berat yang dibawa Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah harus menjadi refleksi bagi umat Islam untuk terus menjaga semangat perjuangan, persatuan, dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga momen kali ini mengingatkan kita pada beratnya perjalanan hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Alhamdulillah sampai saat ini kita masih bisa menjalankan perjuangan Islam yang diajarkan Rasulullah,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kholilurrahman juga menyinggung identitas Kabupaten Pamekasan yang selama ini dikenal sebagai Kota Gerbang Salam. Sebagai kepala daerah, ia menegaskan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi kita ketahui Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam. Saya sebagai Bupati Pamekasan bertanggung jawab mengawal ini semua, bagaimana kesejahteraan dan kebaikan masyarakat Pamekasan selaku umat Islam, sehingga kita bisa terus merajut ukhuwah islamiyah serta ukhuwah yang lainnya,” katanya.
Pawai Taaruf kali ini berlangsung semarak karena tidak hanya diisi dengan iring-iringan peserta, tetapi juga berbagai pertunjukan kreativitas siswa dari seluruh jenjang pendidikan.
Beragam atraksi, kostum bernuansa Islami, hingga penampilan seni yang dibawakan para pelajar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi perayaan tahun baru Islam, tetapi juga mampu menanamkan nilai religius, semangat persaudaraan, serta kecintaan generasi muda terhadap sejarah perjuangan Islam sejak dini.













